September 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Saat Ajakan Organisasi Tak Lagi Terasa Biasa bagi Maba UINSI 2026

Samarinda, LPM Cakrawala – Sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda 2026 mengaku mendapat ajakan secara personal untuk mengikuti kegiatan organisasi eksternal mahasiswa. Ajakan tersebut terjadi sebelum dan setelah pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Mahasiswa baru berinisial Z saat dikonfirmasi LPM Cakrawala melalui pesan WhatsApp pada Jumat (28/8) membenarkan bahwa dirinya sebelumnya mendapat ajakan untuk bergabung dengan salah satu organisasi eksternal melalui seorang kenalannya.

“Kebetulan kakak tingkat yang mengajak saya, emang udah kenal sama saya, tapi saya emang kurang tertarik sama organisasi ini dan orang tua saya juga tidak menyetujui,” ungkapnya.

Meski merasa kurang nyaman, Z mengatakan ajakan tersebut tidak sampai mengganggu dirinya.

“Sebenarnya mengganggu juga engga, cuma di situ saya kurang nyaman aja karena memang saya nggak mau ikut, tapi tiba-tiba disuruh ikut,” lanjutnya.

Mahasiswa baru berinisial A juga mengaku pernah menerima pesan dari mahasiswa tingkat atas sebelum pelaksanaan PBAK, ketika dirinya masih berada di rumah. Pesan tersebut berisi ajakan untuk mengikuti organisasi eksternal.

Saat dikonfirmasi LPM Cakrawala melalui pesan WhatsApp pada Jumat (28/8), A mengatakan dirinya tidak melanjutkan komunikasi tersebut.
“Pernah di-chat sama kakak tingkat, tapi belum sempat diajak organisasi karena dari waktu chat kedua kalinya saya biarkan aja pesannya,” ungkapnya.

Ia menuturkan tidak mengetahui isi pesan selanjutnya karena memilih untuk tidak membukanya.
“Saya nggak tahu karena nggak buka chat selanjutnya,” lanjutnya.

Dalam penelusuran lebih lanjut, LPM Cakrawala juga menemukan sejumlah tangkapan layar percakapan yang berisi ajakan kepada mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan organisasi eksternal. Dalam salah satu percakapan, mahasiswa baru menyampaikan bahwa dirinya masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan ajakan tersebut. Namun, pihak yang menghubungi kembali meminta kepastian mengenai keikutsertaannya.

Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, L, seorang mahasiswa baru, mengaku pernah mendapatkan ajakan mengikuti kegiatan organisasi eksternal baik sebelum maupun setelah pelaksanaan PBAK. Dalam keterangannya kepada LPM Cakrawala melalui pesan WhatsApp pada Jumat (28/8), ia mengatakan tidak merasa mendapat tekanan dari ajakan tersebut. Ia justru mengaku memiliki ketertarikan terhadap organisasi eksternal tersebut.

“Sejujurnya itu nggak mengganggu saya karena saya paham aja organisasi memang gitu. Saya anggap itu bagian dari rekrutmen anggota baru,” jelasnya.

Salah seorang wali kelas (walas) mahasiswa baru yang tidak ingin disebutkan namanya, saat dikonfirmasi LPM Cakrawala melalui pesan suara pada Jumat (28/8), membenarkan bahwa dirinya menerima laporan dari sejumlah mahasiswa baru mengenai adanya kewajiban untuk mengikuti kegiatan organisasi tersebut.

“Saya ada dapat informasinya itu dari sebagian maba dan mereka ini kayak laporan ke saya kalau ada kegiatan yang wajib diikuti. Jadi saya bingung, karena baru ini saya mendengar organisasi yang wajib banget diikuti,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa mahasiswa baru dihubungi satu per satu melalui pesan pribadi. Selain itu, sejumlah mahasiswa baru mempertanyakan bagaimana organisasi eksternal tersebut memperoleh data mereka.

“Ada yang infokan ke saya bahwa ada data dari mereka dipakai, atau dimasukkan secara langsung tanpa persetujuan dari mereka,” lanjutnya.

Menurut informasi yang diterimanya, terdapat pula mahasiswa baru yang mengaku mendapat informasi mengenai konsekuensi tertentu apabila tidak mengikuti organisasi tersebut.

“Beberapa maba merasa mereka harus ikut dan wajib, dan mereka ini jadi nggak enak banget karena ada omongan konsekuensi semisalkan nggak ikut, nilai mereka bakal terancam,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam organisasi seharusnya tetap menjadi pilihan masing-masing mahasiswa baru.
“Kalau memang organisasi tersebut itu tidak wajib, harusnya tidak ada tekanan atau konsekuensi untuk orang yang memilih untuk tidak mengikuti,” ujarnya.

Perbedaan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ajakan kepada mahasiswa baru untuk mengikuti organisasi eksternal mendapat respons yang beragam. Sebagian mahasiswa menganggapnya sebagai bagian dari proses rekrutmen, sementara sebagian lainnya merasa kurang nyaman ketika ajakan tersebut tidak sesuai dengan pilihan mereka.

(Sai/Spt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *