LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Pintu Lokal 301 dan 302 Rusak, Mahasiswa Soroti Kenyamanan dan Keamanan Pembelajaran

Samarinda, LPM Cakrawala – Pintu pembatas antara Lokal 301 dan 302 di lantai tiga Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda mengalami kerusakan dan dikeluhkan mahasiswa, Selasa (2/6). Kondisi tersebut dinilai mengganggu kegiatan perkuliahan serta berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani.

Mahader Rohim, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester dua yang menggunakan ruangan tersebut untuk perkuliahan, mengungkapkan bahwa kerusakan pada pintu depan maupun pintu pembatas antara Lokal 301 dan 302 telah terjadi sejak awal semester dua.

“Saat awal semester dua, pintu depan dalam keadaan terkunci dan tidak ada kuncinya. Kami harus masuk melalui Lokal 302. Sekarang pintunya memang sudah terbuka, tetapi harus didorong paksa karena gemboknya masih terpasang dan kuncinya tidak ada,” ujarnya.

Menurut Mahader, kondisi pintu depan yang tidak dapat ditutup rapat turut memengaruhi efektivitas pendingin ruangan. Akibatnya, AC tidak dapat bekerja secara optimal sehingga suasana kelas terasa kurang nyaman saat perkuliahan berlangsung.

Selain itu, ia juga menyoroti kerusakan pada pintu pembatas antara Lokal 301 dan 302. Bagian engsel pintu disebut telah terlepas, sementara roda penggeraknya mengalami kendala sehingga pintu sulit digeser.

“Kalau sampai tersenggol dan roboh saat perkuliahan berlangsung, pintu itu bisa menimpa orang. Kondisi ini tentu berbahaya apabila tidak segera diperbaiki,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Nabila Bahrir, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester dua. Menurutnya, kondisi pintu pembatas sebenarnya telah terlihat rapuh sejak awal semester sebelum akhirnya mengalami kerusakan seperti saat ini.

Ia menilai kerusakan tersebut berpotensi mengganggu proses pembelajaran, terutama apabila dua kelas digunakan secara bersamaan.

“Kalau ada dua kelas yang sedang digunakan dan pintunya tidak dapat berfungsi dengan baik, suara dosen maupun mahasiswa dari masing-masing kelas bisa saling terdengar. Hal itu tentu mengganggu konsentrasi saat belajar,” katanya.

Nabila berharap pihak kampus dapat segera melakukan perbaikan dan memastikan kondisi pintu kembali aman digunakan.

“Menurut saya, pintunya perlu diperbaiki dan diuji kembali kekuatannya agar tidak mudah rusak serta tetap aman digunakan,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Farihin selaku bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) UINSI Samarinda mengatakan bahwa kerusakan pintu telah dikoordinasikan dengan pihak teknisi.

“Sudah dikoordinasikan dengan tukang. Mohon bersabar karena proses perbaikannya dikerjakan oleh teknisi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan teknisi, perbaikan pintu pembatas memerlukan pembongkaran secara menyeluruh. Dudukan engsel harus diganti menggunakan kayu balok karena konstruksi pintu saat ini dinilai tidak cukup kuat menahan beban pintu geser yang terdiri atas sepuluh daun pintu.

“Perbaikan perlu dibongkar total. Dudukan engsel harus diganti karena baut engsel yang ada tidak cukup kuat menahan beban pintu. Estimasi pengerjaan sekitar tiga hari,” terang teknisi.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat mengatasi kendala yang selama ini dikeluhkan mahasiswa, baik terkait kenyamanan maupun keamanan selama proses pembelajaran berlangsung.

(Hcf/Cvm/Rvn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *