FISIPERS Universitas Mulawarman Soroti Kekerasan Seksual Anak Lewat FISION 2026
Samarinda, LPM Cakrawala — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (UNMUL) menggelar kegiatan FISION 2026 bertema “Bersama Menjaga Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan” pada Jumat (22/5) di SD Negeri 007 Samarinda Ulu dan Minggu (24/5) di Temindung Creative Hub.
Ketua panitia, Meisya Amelia Karim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat FISIPERS yang tahun ini untuk pertama kalinya mengangkat isu kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat melalui media dokumenter.
“Melalui penayangan dokumenter, kami harap masyarakat bisa lebih paham dan lebih aware terhadap isu yang kami bawa,” ujarnya.
Selain pemutaran dokumenter, panitia juga melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah yang dinilai rentan terhadap isu sosial anak berdasarkan data DP2PA.
Ketua Umum FISIPERS, Yofa Destari, menilai bahwa isu kekerasan seksual terhadap anak masih jarang diangkat sehingga membutuhkan perhatian dan pemahaman yang lebih luas dari masyarakat. “Isu-isu sensitif seperti ini sangat jarang diangkat, padahal sangat membutuhkan pemahaman dari masyarakat,” tuturnya.
Salah satu peserta, Ahmad Sabil dari Politeknik Negeri Samarinda, menilai kegiatan tersebut membantu peserta memahami langkah pencegahan kekerasan seksual melalui pemaparan dari pihak terkait. “Acara ini membuat kami lebih mengetahui tanggapan para ahli dan langkah pencegahan terkait kekerasan seksual,” jelasnya.
Pendapat serupa disampaikan dari Alya Deisya dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Ia menilai dokumenter yang ditayangkan membuka wawasan peserta mengenai kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di Kalimantan Timur. “Film ini memberikan banyak pesan sekaligus membuka wawasan bahwa ternyata kasus kekerasan pada anak juga ada di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Alya juga menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya orang tua, tetapi juga lingkungan sekitar dan generasi muda. “Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk lingkungan sekitar dan generasi muda,” tutupnya.
(Ymh/Air/Spt)