PBAK Fasya UINSI 2026: Mengusung Semangat “Mahardika Darmasura”, Menempa Mahasiswa Baru Menjadi Insan Kritis dan Berintegritas
Samarinda, LPM Cakrawala — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda berlangsung pada Rabu (12/8) hingga Kamis (13/8) dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah lokasi berbeda. Mengusung tema “Terbinanya Insan Akademis Fakultas Syariah yang Berintegritas Bersama Mahardika Darmasura”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
PBAK Fasya 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Salah satunya ialah tradisi penjemputan peserta sebelum rangkaian kegiatan dimulai. Selain itu, panitia juga meresmikan nama angkatan mahasiswa baru Fasya, yakni Mahardika Darmasura, sebagai identitas mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan perkuliahan.
Ketua Panitia PBAK Fasya 2026, Azam Anitako, menjelaskan bahwa tema dan nama angkatan tersebut dipilih untuk mendorong mahasiswa baru agar memiliki integritas serta kemerdekaan dalam berpikir.
“Alasan pemilihan tema dan nama angkatan ini adalah agar mahasiswa baru Fakultas Syariah bisa lebih berintegritas dan merdeka dalam berpikir. Seluruh angkatan Mahardika Darmasura harus berprinsip pada integritas serta kemerdekaan berpikir di lingkungan kampus,” ujarnya.
Untuk memperkenalkan nilai-nilai keorganisasian kepada mahasiswa baru, panitia yang terdiri atas mahasiswa semester 3, semester 5, serta delegasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-Fasya turut memberikan sejumlah materi pada hari pertama. Materi tersebut meliputi Antropologi Kampus, Kemahasiswaan dan Kepemudaan, serta Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.
Setelah pembekalan pada hari pertama, rangkaian PBAK berlanjut pada hari kedua dengan kegiatan yang lebih banyak dilakukan di ruang terbuka. Mahasiswa baru mengenakan seragam dan atribut khas berupa topi caping serta tas karung. Berbagai kegiatan dilakukan untuk membangun solidaritas antarmahasiswa, mulai dari senam bersama, pemaparan infografik, konvoi menggunakan kendaraan bak terbuka (*pick-up*), hingga mimbar bebas sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk menyampaikan gagasan.
Kirana Sakinah, mahasiswa baru Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), mengungkapkan kesannya selama mengikuti rangkaian PBAK Fasya 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama melalui aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama.
“Kesan saya, PBAK Fasya ini sangat seru, penuh semangat, penuh aksi, dan menjunjung tinggi solidaritas. Hari kedua menjadi momen paling berkesan karena kami beraktivitas penuh di lapangan,” tuturnya.
Selain memperoleh pengalaman baru, Kirana juga mengaku mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya sikap kritis sebagai mahasiswa.
“Hal baru yang paling berharga bagi saya adalah belajar bahwa kita tidak boleh menjadi mahasiswa yang apatis. Kita harus menjadi pribadi yang kritis, tetapi tetap berlandaskan alasan dan dasar yang jelas,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Azam menegaskan bahwa seluruh rangkaian PBAK Fasya diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Tujuan utama PBAK Fakultas Syariah ini adalah agar mahasiswa lebih kritis, lebih merdeka, dan paham arti mahasiswa itu sendiri. Mereka harus berani menyuarakan apa yang menurut mereka benar,” tegasnya.
Rangkaian PBAK Fasya 2026 ditutup dengan harapan agar nilai integritas, sikap kritis, dan solidaritas yang diperkenalkan selama kegiatan dapat terus diterapkan mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
(YJZ/RVN/HCF)