PBAK UINSI 2026 Warnai Langkah Pertama Mahasiswa Baru di Dunia Perkuliahan
Samarinda, LPM Cakrawala – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi diselenggarakan pada Senin (10/08) hingga Selasa (11/08) 2026 di Auditorium 22 Dzulhijjah. Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Karakter Islami, Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing di Era Transformasi Digital.”
Dalam pelaksanaannya, PBAK 2026 melibatkan sekitar 120 panitia dan wali mahasiswa (walas). Persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan dengan Wahdatunnisa selaku ketua panitia yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Namun, pelaksanaan PBAK tahun ini menghadapi kendala akibat perubahan kalender akademik. Jadwal yang sebelumnya ditetapkan pada tanggal 18–19 Agustus 2026 harus dimajukan menjadi tanggal 10–11 Agustus 2026.
Muhammad Maulana selaku Wakil Ketua Panitia PBAK 2026 menyampaikan adanya kendala pada proses pendaftaran akibat perubahan jadwal tersebut. Perubahan yang dilakukan secara mendadak membuat beberapa jadwal bertabrakan.
“Ada kendala sedikit pada pendaftaran PBAK akibat perubahan tanggal yang tiba-tiba. Hal itu mengakibatkan banyak mahasiswa yang mengikuti Ujian Mandiri (UMAN) tahap 2 tidak dapat mengikuti PBAK,” ujarnya.
Maulana menilai perubahan kalender akademik secara mendadak menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan PBAK tahun ini.
“Jangan sampai ada lagi perubahan kalender akademik yang sangat mendadak. Perubahannya ini betul-betul tidak logis dan saya rasa tidak memperhatikan jalur-jalur mahasiswa baru,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda sekaligus Penanggung Jawab PBAK 2026, Himawan Raditya, menyebut PBAK sebagai salah satu gerbang bagi mahasiswa baru untuk memulai kehidupan perkuliahan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun semangat dan komitmen mahasiswa baru agar terus berproses serta menemukan jati diri sebagai mahasiswa.
“Harapannya adalah bentuk semangat kemudian bentuk komitmen untuk terus berproses, terus mencari jati diri sebagai mahasiswa,” ucapnya.
Salsabil, mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI), mengaku PBAK menjadi kesempatan baginya untuk mengenal teman-teman baru sekaligus membangun kekompakan dan rasa persaudaraan.
“Yang paling berkesan adalah saya dapat mengenal teman-teman baru dan membangun kekompakan serta rasa persaudaraan,” ungkapnya.
Muhammad Riyadi, mahasiswa baru Prodi Sistem Informatika (SI), juga mengaku pelaksanaan PBAK membantunya mengenal UINSI lebih dekat, baik dari sisi perkuliahan maupun pertemanan.
“PBAK ini alhamdulillah sangat membantu dalam mengenal UINSI lebih dekat, dari kuliahnya, maupun pertemanannya,” tuturnya.
Meskipun diwarnai sejumlah kendala, pelaksanaan PBAK 2026 tetap memberikan kesan positif bagi mahasiswa baru. Antusiasme tersebut menjadi cerminan semangat mereka dalam memulai perjalanan akademik sekaligus menjadi bagian dari generasi penerus UINSI.
(Sai/Jwr/Spt)