MPK UKM JQH Tekankan Loyalitas dan Profesionalitas Kader
Samarinda, LPM Cakrawala — Unit Kegiatan Mahasiswa Jam’iyatul Qurra wal Huffadz (UKM JQH) menggelar kegiatan Masa Peningkatan Kader (MPK) pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader JQH yang Loyal dalam Komitmen, Profesional dalam Kapasitas, dan Berintegritas dalam Tindakan” sebagai upaya membentuk kader yang siap berkontribusi secara optimal dalam organisasi.
Ketua panitia, Muhammad Jaini Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan kaderisasi di UKM JQH. Ia menjelaskan bahwa MPK menjadi tahap lanjutan setelah penerimaan anggota baru (petaba). “Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk kader JQH yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi, berkomitmen dalam menjalankan tugas, serta mampu mengembangkan kapasitas diri secara profesional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dalam sistem kaderisasi JQH terdapat tiga tahapan, yaitu penerimaan anggota baru (petaba), MPK, dan perajut. Tahap MPK difokuskan untuk memperdalam pemahaman serta meningkatkan kualitas kader sebelum memasuki tahap lanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan sembilan materi yang mendukung pengembangan kapasitas kader. Pada hari pertama, peserta menerima enam materi, di antaranya personal branding, Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja), kaderisasi, manajemen kemahasiswaan, kepemimpinan, serta manajemen keuangan.
Sementara itu, pada hari kedua peserta dijadwalkan mengikuti tiga materi lanjutan, yaitu manajemen administrasi, kepanitiaan dan acara, serta publikasi dan konten kreator. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan evaluasi materi dan pengukuhan kader melalui sistem pos. “Kami juga akan melakukan pengukuhan, di mana peserta akan diuji pemahamannya terhadap materi yang telah diberikan selama dua hari,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kendala. Jaini mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, waktu persiapan yang singkat, serta pencarian lokasi menjadi tantangan selama proses persiapan. “Waktu persiapan hanya sekitar tiga minggu, dan kami sempat mengalami kendala dalam menentukan tempat. Namun, kami berupaya menyusun konsep sebaik mungkin agar peserta tetap merasa nyaman,” ujarnya.
Salah satu peserta, Muhammad Irfan Umar, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai MPK menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai bagian dari kepengurusan. “Saya mendapatkan ilmu yang sebelumnya belum pernah saya peroleh, sekaligus bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki semangat untuk berkembang,” tuturnya.
Ia juga menilai materi Aswaja menjadi salah satu yang paling berkesan karena memberikan pemahaman tentang cara menyikapi perbedaan. “Materi tersebut mengajarkan untuk tidak mudah menyalahkan pendapat orang lain, karena setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda,” tambahnya.
Ia berharap setelah mengikuti kegiatan ini dapat terus berkontribusi dalam organisasi dan mengembangkan diri di UKM JQH. “Harapan saya, saya ingin terus berdedikasi untuk JQH dan semoga UKM JQH semakin maju ke depannya,” tutupnya.
(CVM/HCF)