LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Sukses Gelar PkM di Malaysia, Tadris Biologi Hadirkan Edukasi Pengetahuan Alam ke Anak Diaspora

Samarinda, LPM Cakrawala – Menggandeng Diaspora Indonesia di Penang, Malaysia, Tadris Biologi sukses gelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang menghadirkan pembelajaran pengetahuan alam praktis dan interaksi lintas budaya pada (2/12) hingga (4/12) lalu. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi akademik dan dunia global Tadris Biologi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Robingatin selaku dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, diikuti juga oleh Khusnul Khatimah selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi dan salah satu mahasiswa Tadris Biologi semester 5, Annas Nur Abdillah. Pengabdian ini hadir sebagai jembatan antara pengetahuan dan silaturahmi terhadap anak-anak Diaspora yang berada di Malaysia.

Khusnul Khatimah menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih keterampilan anak-anak di Sanggar Belajar dalam membuat herbarium dan memperkenalkan edemik Indonesia, khususnya Kalimantan Timur. “Kami membawa tanaman yang dibawa dari Kalimantan Timur, seperti kantung semar, tumbuhan paku, ulin, dan lainnya. Ternyata disana juga ada, tapi terdapat perbedaan morfologi yang sangat signifikan,” ujar Khusnul.

Herbarium merupakan sebuah koleksi ilmiah yang berisi spesimen tumbuhan yang dikeringkan, diawetkan, dan disusun secara sistematis untuk kepentingan penelitian hingga pelestarian keanekaragaman. “Setelah terampil membuat herbarium, kami harap hal ini dapat menjadi ladang usaha untuk mereka,” ungkapnya.

“Guru-guru juga kami ajarkan membuat herbarium. Harapannya, herbarium ini bisa diimplementasikan menjadi media ajar agar pembelajaran disana lebih variatif,” jelas Khusnul. Kegiatan yang dilaksanakan di Sanggar Belajar Permai Penang ini menuai banyak antusiasme dari anak-anak yang mengikuti. Hal ini membuat kedatangan mereka merasa dihargai dan menyenangkan.

Sejalur dengan hal tersebut, Annas, menyebutkan bahwa persiapan awal lumayan rumit, namun output yang didapat luar biasa. “Dari Indonesia, kami menyiapkan herbarium kering dan peralatan kit seminar.” Ucap Annas.

“Seru sekali di Penang. Menambah pengalaman dan menambah ilmu di negara tetangga. Saya senang bisa belajar culture orang Malaysia,” ujarnya. Ia dengan tegas menyebutkan bahwa jika ada pengabdian mengenai endemik Kalimantan, ia akan kembali ikut membersamai.

“Semoga pengabdian ini bisa memberikan motivasi dan semangat belajar bagi adik-adik Diaspora. Semoga mereka bisa terus belajar mengenai tanaman-tanaman endemik di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur.” Tutup Annas.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, PkM Tadris Biologi UINSI Samarinda bukan hanya meninggalkan keterampilan baru bagi anak-anak Diaspora, tetapi juga membuka ruang perjumpaan budaya dan pengetahuan yang lebih luas. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa jalinan pendidikan dapat melampaui batas negara. Ke depan, Tadris Biologi berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

(Cmt) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *