Aliansi Mahakam Gelar Konsolidasi Akbar Jelang Aksi Besar
Samarinda, LPM Cakrawala – Menjelang aksi besar-besaran pada 1 September 2025, berbagai organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Mahakam menggelar Konsolidasi Akbar di GOR 27 September Universitas Mulawarman, Kamis (28/08) dan Jumat (29/08).
Konsolidasi ini dilakukan sebagai persiapan aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung pada Senin mendatang. Informasinya, titik kumpul berada di Islamic Center Samarinda dan aksi utama akan dilakukan di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam forum ini sejumlah isu disoroti, di antaranya tingginya gaji anggota DPR RI, kondisi hukum yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat, hingga sikap aparat kepolisian yang dianggap represif terhadap aksi-aksi sipil.
Renaldi Saputra dari Gebrak Kaltim yang juga memimpin aksi sebagai Jenderal Lapangan, menegaskan bahwa aksi mendatang akan membawa tuntutan serius terkait evaluasi DPR RI dan reformasi kepolisian. “Langkah selanjutnya adalah meminta presiden untuk melakukan reformasi total terhadap Polri dan DPR RI. Presiden memiliki mandat dan hak paling besar untuk merubah itu semua. Ketika presiden tetap diam, bungkam melihat kejadian di luar maupun di Kalimantan Timur, jangan sampai ada nyawa lagi yang terenggut. Presiden harus bertindak, kalau tidak, kita akan menggulingkan Prabowo dan kroni-kroninya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa aksi ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali peran lembaga negara agar berpihak pada rakyat. “Kita ingin kembalikan bahwa Polri adalah pelayan masyarakat, ia harus lebih rendah dari masyarakat. Dan kedua, kalau DPR RI adalah Dewan Perwakilan Rakyat, maka ia harus mendengarkan apa yang hari ini menjadi keresahan masyarakat, bukan menutup telinga atau kemudian memperkaya kelompok, bahkan diri sendiri,” tambahnya.
Selain itu, Jamil Nur, Presiden BEM FISIP Unmul yang hadir mewakili Mahasiswa Penggerak Mulawarman (MPM), menjelaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar rapat teknis, melainkan ruang pendidikan politik bagi mahasiswa. “Dari konsolidasi ini akan ada pencerdasan terhadap mahasiswa di kampus masing-masing, agar semua mengetahui tuntutan aksi yang akan disampaikan. Harapannya, apapun aspirasi kami sebagai mahasiswa yang akan turun ke jalan, para pimpinan bisa menemui kami dan mendengarkan tuntutan-tuntutan tersebut untuk segera diselesaikan,” jelasnya.
Aliansi Mahakam menyiapkan 11 tuntutan utama yang akan dibawa pada aksi 1 September mendatang. Beberapa di antaranya mencakup evaluasi menyeluruh terhadap DPR RI, reformasi kepolisian, penegakan supremasi hukum, penghentian kriminalisasi masyarakat adat, serta penolakan atas represifitas aparat.
Konsolidasi ini ditutup dengan satu penegasan, suara rakyat tidak bisa terus diabaikan. Mereka menaruh harapan bahwa 1 September 2025 akan menjadi momentum penting di mana mahasiswa dan rakyat Kalimantan Timur berbicara, membawa keresahan langsung di hadapan DPRD provinsi, agar tuntutan tersebut bergema hingga ke tingkat Nasional.
(Niz, Mfl, Zen) / (Cmt)