Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

[Opini] CALON UIN JAGO RELASI, “ANTRE” KITA CERITA MASALAH INI

Fatimah
PBA / VI

Sejauh ini, birokrat rektorat menjalankan seluruh pembangunan berbau akreditasi kampus yang bertujuan menjadikan IAIN Samarinda bermanuver menjadi UIN. Hal ini, menjadikan isu tersebut hangat dalam perbincangan di seluruh Civitas academica, salah satunya di kalangan mahasiswa. Tidak heran, apabila jalinan relasi di berbagai macam elit pemerintah dilakukan untuk menyukseskan tujuan tersebut.

Tepat pada tanggal 23 januari Mahasiswa IAIN Samarinda dihebohkan kabar postingan dari instagram @ptki_kemenagri terkait usulan transformasi kelembagaan PTKIN IAIN Samarinda menjadi UIN. Sayangnya kualitas pelayanan dalam mendongkrak akreditasi tidak membersamainya seperti “Singa kehilangan gaungannya.” mempunyai tujuan besar, namun permasalahan kecil terlupakan.

Cacatnya pelayanan administrasi akademik sangat dirasakan oleh mahasiswa FTIK, khususnya mahasiswa jurusan pendidikan islam. Jurusan yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak ini dilanda kesengsaraan dalam pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) sehingga desak-desakan antara laki-laki dan perempuan tak terhindarkan. Seperti tak ada evaluasi dalam penanganannya hingga berdampak panjang dari tahun ke tahun. Terlihat dari banyaknya postingan media sosial mahasiswa yang mengeluhkan permasalahan yang tak ada habisnya, mulai dari fasilitas yang kurang menunjang sampai pelayanan yang kurang tepat jika terlaksanakan.

Seharusnya, melihat kuantitas yang semakin meningkat fasilitas juga harus diperhatikan, pelayanan tak luput dari perhatian, agar mahasiswa dengan nyaman menjalani masa pengurusan dan bagi penjaga loket pelayanan pula tidak merasa kesulitan. Jika memang penambahan pelayanan tidak bisa segera direalisasikan setidaknya penambahan waktu pengurusan diperpanjang, sehingga mengantisipasi menumpuknya antrean yang merayap dari pagi sampai senja.

Jika kita pahami bersama di dalam pelaksanaan yang baik harus adanya perencanaan yang baik pula, tapi jangan lupa perencanaan yang baik dimulai adanya evaluasi yang harus dipahami, sehingga dapat meminimalisir permasalahan. Evaluasi yang seperti apa? evaluasi yang menyertakan mahasiswa dalam pengambilan keputusan, sehingga tau permasalahan secara langsung dari pelaku kebijakan. Kebijakan atau aturan yang di keluarkan kampus tentu akan berdampak pada mahasiswa yang ada di kampus tersebut. Tom Peters menjelaskan mengenai manajemen ia berkata, “Manajemen adalah hal tentang mengatur dan memberi tahu. Kepemimpinan adalah hal tentang mengasuh dan meningkatkan.” Ucap penulis asal Amerika tersebut.

Memang sebagai mahasiswa butuh pengorbanan dalam menuntut ilmu. Bahkan, ada pepatah “Tuntulah ilmu sampai negeri cina”. Menuntut ilmu memang tidak memandang tenaga, jarak, waktu, dan biaya. Tapi, melihat urgensi penambahan pelayanan dan fasilitas dapat memberikan kenyamanan kedua belah pihak, serta memperbaiki citra kampus di mata masyarakat.

Transparansi dalam mengambil kebijakan juga harus melibatkan organisasi mahasiswa agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga aspirasi mahasiswa bisa tersalurkan melalui perwakilan mahasiswa di fakultas seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa Fakultas itu sendiri. Sebagai mahasiswa memang seharusnya menanamkan di dalam dirinya sifat oto-kritik nalar berpikir, agar menjadi bahan analisis permasalahan yang dialaminya, sehingga tidak menyimbolkan dengan diksi puitis, kaum muda yang terlena dalam nina bobo kejumudan.

Birokrat rektorat seharusnya lebih mengutamakan perbaikan pelayanan akademik di dalam internalnya sendiri yang tak selalu melulu membangun relasi di luar, sedangkan di dalam tubuhnya butuh perbaikan bahkan perombakan jika diperlukan. Sehingga menfasilitasi mahasiswa untuk menuntut ilmu bukan bualan semata, yang dapat diwakilkan dengan pantun gelak tawa dan gemuruh tepuk tangan dari sebagian yang tak tau apa-apa. Tidak hanya jago relasi tetapi juga jago dalam memperbaiki peradaban intelektual yang siap di cetak oleh bangsa ini.
Hidup Mahasiswa !!!!

#salamhangatsertasemangat
#berkolaborasiuntukperubahan
#antribukansolusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *