Mapala Se-Kaltim, Gelar Aksi Damai Penolakan Tambang di Hari Bumi.
Samarinda, LPM Cakrawala – Dalam memperingati hari Bumi para Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Se-Kalimantan Timur (Kaltim), mengadakan aksi damai penolakan tambang di bawah falyover, Senin (22/4).
Aksi dimulai dengan longmars yang menempuh jarak kurang lebih 3,2 KM mulai dari Univeristas Mulawarman (Unmul) hingga ke titik aksi yang diikuti oleh 18 Mapala dengan Jumlah puluhan anggota, sesampainya di titik aksi disambut dengan pembentangan spanduk.
Tambang adalah Bom waktu, begitulah tulisan spanduk yang terbentang cukup besar di perempatan Jl. Juanda tersebut, hal ini dilakukan untuk menyadarkan kepada para masyarakat yang melintas bahwa tambang yang ada di Bumi ini merupakan perusakan alam, meskipun awalnya menguntungkan bagi manusia, hal ini disampaikan oleh Abdullah Hamimi, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi “Kaltim ini sekarang sedang tidak baik baik saja, banyak tambang yang beroprasi merusak ekosistem ”, ujarnya.
Adapun salah satu Orator menyuarakan dengan lantang di aksi tersebut mengenai alam Kaltim yang terkikis oleh pertambangan “Apakah tidak malu dengan selogan yang terpampang jelas di kantor gubernur?, apakah hanya formalitas!”, yang dimaksud adalah tulisan Sukseskan Kaltim Green yang terpasang di Gedung Gubernur.
Mengingat pertambangan di Kaltim cukup banyak, tidak hanya pertambangan batu bara, dan pertambangan minyak saja tetapi juga saat ini sedang menyusulnya pertambangan karst yang mendapatkan penolakan terus menerus dari berbagai elemen masyarakat maupun mahasiswa.
Dengan hal tersebut Abdullah mengajak para mahasiswa agar tetap mendesak penolakan izin pertambangan karst, “Kita harus turun terus dan aksi untuk warga di daerah penambangan karst, dan meminta untuk para mahasiswa tolong agar tetap menyuarakan”, ungkapnya. (RKJ/ZHQ)