Januari 18, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Waspadai Penyalahgunaan Foto sebagai Identitas Digital: Ancaman Nyata di Dunia Akademik

Samarinda, LPM Cakrawala – Dunia digital kini menjadi ruang yang terbuka lebar, memungkinkan komunikasi instan sekaligus menyimpan berbagai celah kejahatan digital. Salah satu bentuk ancaman serius yang mulai sering terjadi di lingkungan kampus adalah penyalahgunaan identitas digital, khususnya dalam bentuk penggunaan foto seseorang untuk membuat akun palsu atau menyamar dalam aplikasi perpesanan.

Belakangan ini, kasus tersebut menimpa sejumlah tokoh di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Wakil Rektor III, Bapak Zamroni, menjadi salah satu korbannya. Melalui status WhatsApp pribadinya, beliau mengimbau kepada seluruh civitas akademika agar mengabaikan pesan atau telepon dari nomor mencurigakan yang menggunakan nama dan foto dirinya.

Namun, beliau bukan satu-satunya korban. Beberapa waktu sebelumnya, salah satu demisioner HMPS di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) juga dilaporkan menjadi sasaran penyalahgunaan foto profil. Bahkan, beberapa dosen dan dekan di FTIK pun mengalami hal serupa. Baru-baru ini, informasi juga beredar bahwa insiden seperti ini turut terjadi di Fakultas Syariah (Fasya), menunjukkan bahwa modus ini telah menyebar luas dan tidak memilih target.

Fenomena ini menunjukkan bahwa foto digital kita, yang sering kali kita anggap remeh saat diunggah di media sosial, kini menjadi sasaran empuk bagi oknum tidak bertanggung jawab. Cukup dengan mengunduh foto dan memanfaatkan nama seseorang, mereka dapat menciptakan ilusi kepercayaan dan melancarkan aksi penipuan yang merugikan banyak pihak.

Masalah ini tidak sekadar soal nama baik pribadi, tetapi juga mencederai institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan bermartabat. Penggunaan wajah seseorang untuk menyaru dan menipu orang lain adalah bentuk kejahatan digital yang nyata, yang bisa menyerang siapa saja—mahasiswa, dosen, hingga pimpinan universitas.

Sudah saatnya kita semua lebih waspada dan bijak dalam mengelola identitas digital. Jangan sembarangan menyebarkan foto pribadi, atur privasi akun media sosial dengan ketat, dan selalu konfirmasi ulang setiap informasi mencurigakan, terutama jika datang dari nomor tidak dikenal meski memakai foto orang yang kita kenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *