Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Sema UINSI Bentuk Legislator Muda Berintegritas Lewat Sekolah Legislatif

Samarinda, LPM Cakrawala – Walau terkendala hujan sejak pagi, Senat Mahasiswa (Sema) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda telah langsungkan Sekolah Legislatif yang diawali dengan Kuliah Umum dengan tema ‘Etika Politik dan Kepemimpinan Publik: Menumbuhkan Integritas di Tengah Krisis Moral Bangsa’ pada (31/10) di Auditorium 22 Dzulhijjah.

Berlangsung mulai (31/10) hingga (02/11), Sekolah Legislatif hadir untuk menjembatani pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan sikap spiritual dan karakter sosial dalam ranah legislator. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh Sema UINSI ini diharapkan akan melahirkan mahasiswa yang paham akan etika politik, baik internal maupun eksternal.

Deny, Ketua Panitia, menyebutkan bahwa Sekolah Legislatif dilaksanakan sebagai syarat sah untuk mahasiswa yang ingin bergabung di kepemimpinan Senat Mahasiswa Fakultas dan Universitas. “Kami bertujuan untuk membentuk legislator muda yang berperan aktif dalam demokrasi UINSI Samarinda,” ujar Deny.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir selaku Wakil Rektor II memberikan pandangannya terhadap Sekolah Legislatif yang dilaksanakan. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini penting untuk selalu dilaksanakan. “Mahasiswa perlu pengalaman dan penguasaan teori untuk menjadi legislator. Meskipun singkat, silahkan ambil pengalaman dan ilmu yang banyak ini untuk melahirkan jiwa kepempimpinan yang sesuai dengan etika politik islam,” jelas Nasir.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Sema UINSI, Yusril Rosyid, menyebutkan bahwa Sema masih dianggap sebelah mata karena mahasiswa belum sepenuhnya memahami peran legislator di dalam kampus. “Orang-orang mungkin berpikiran bahwa pekerjaan kami hanya berkumpul di sekretariat untuk membahas hal-hal tidak penting, tapi sejatinya kami berperan utama untuk menciptakan demokrasi kampus yang baik dan benar,” tegasnya.

Yusril juga menambahkan bahwa selama beberapa tahun belakangan, demokrasi kampus tidak terstruktur dengan baik karena adanya beberapa kepentingan dari berbagai pihak, sehingga demokrasi organisasi di UINSI mengalami kemunduran. “Saya akan menghidupkan demokrasi kampus selama saya menjabat. Saya akan mematangkan pola pikir mahasiswa dalam memahami legislatif di UINSI,” tambah Yusril.

Raihan, perwakilan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UINSI Samarinda yang mengikuti Kuliah Umum ini memberikan kesannya terhadap materi yang ia hadiri pada rangkaian Sekolah Legislatif, “kuliah umum ini merupakan sebuah langkah awal dalam berpolitik. Dengan mengikuti kuliah umum ini, saya merasa bahwa saya telah memahami etika berpolitik dikampus,” ungkap Raihan.

Raihan berharap Sema UINSI di kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan usaha Sema UINSI tahun ini. “Saya harap Sema bisa terus melahirkan pemimpin yang berintegritas dan peka terhadap etika politik,” tutup Raihan.

Sekolah Legislatif dimulai sebagai wadah pembelajaran politik dan kepemimpinan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Sema berharap mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai etika politik dalam pengabdian di lingkungan kampus maupun masyarakat.

(Cmt) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *