Januari 18, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Mahasiswa FISIP Suarakan Isu Sosial Lewat Fisipers Journalist Week 2025

Samarinda, LPM Cakrawala – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fisipers Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman resmi gelar Fisipers Journalist Week (FJW) 2025 mulai (06/10) hingga (08/10) di Temindung Creative Hub (TCHub) Samarinda. Kegiatan ini mengusung tema “Ruang Kreatif untuk Suara Kritis”, dengan rangkaian acara berupa pameran karya jurnalistik, diskusi film, serta penampilan seni pada malam penutupan.

Ketua Panitia, Alexandria Yolanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan mahasiswa terhadap isu sosial dan politik yang tengah ramai di Indonesia. “Untuk keresahan sendiri tentu datang dari teman-teman sekitar ya, dari lingkungan-lingkungan sekitar. Fisipers ini kan landasannya FISIP yang memang salah satu fakultas paling aktif dalam menyuarakan isu politik dan sosial di sekitar kami. Keresahan itu membangun kesadaran kami sebagai pers mahasiswa untuk memfasilitasi gerakan yang menggambarkan keresahan teman-teman mahasiswa,” ungkapnya.

Proses persiapan FJW memakan waktu sekitar satu bulan setengah dengan berbagai dinamika, mulai dari mencari lokasi hingga menunggu partisipasi karya mahasiswa. “Kita mengalami proses yang panjang banget, dari nyari ruangan sampai akhirnya berakhir di TCHub ini. Konsepnya juga kami buat seunik mungkin agar bisa memancing ide-ide kreatif mahasiswa lainnya. Open submission karya seperti foto esai, poster, dan instalasi jadi dinamika terbesar karena kami menunggu partisipasi teman-teman,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu instalasi paling menarik dalam pameran ini adalah karya simbolik berupa ‘kuburan’ bertuliskan RIP Demokrasi, yang menjadi refleksi kondisi kebebasan berpendapat di Indonesia saat ini. Instalasi tersebut pun disiapkan malam sebelum pembukaan. “Kuburan itu sebenarnya surprise banget karena baru dibuat sehari sebelum acara, bahkan bener-bener malam sebelum pembukaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ekmal Muhammad Firyal, Ketua Umum Fisipers menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk bersuara melalui karya jurnalistik dan visual. “Kita ingin menghimpun suara-suara mahasiswa yang mulai tenggelam. Suara itu tidak hanya bisa disampaikan lewat aksi, tapi juga lewat tulisan dan karya visual yang kritis terhadap kondisi sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa karya yang dipamerkan berasal tidak hanya dari mahasiswa FISIP, tetapi juga dari berbagai kampus lain di Samarinda.

Hari kedua kegiatan diisi dengan diskusi film dokumenter berjudul “Mantra Berbenah” karya Watchdoc, yang membahas problematika dan tantangan reformasi kepolisian di Indonesia. “Melalui diskusi ini kami ingin mengajak peserta melihat pentingnya peran jurnalis dan masyarakat dalam mendorong perubahan sosial. FJW tidak hanya menjadi perayaan jurnalistik, tetapi juga ruang reflektif dan edukatif bagi mahasiswa,” ujar Alexandria dalam laporan kegiatan hari kedua.

Ekmal menambahkan bahwa FJW diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lain. “Kita ingin membuktikan bahwa pers mahasiswa bisa adaptif. Tidak hanya menulis, tetapi juga bergerak dari tulisan menjadi aksi nyata dan karya yang berdampak,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan closing ceremony pada Rabu (8/10), menampilkan pembacaan puisi, monolog, musik, dan pementasan teater. Acara penutupan itu menjadi simbol keberhasilan Fisipers dalam menyatukan kreativitas dan kesadaran kritis mahasiswa.

Melalui Fisipers Journalist Week 2025, mahasiswa FISIP ingin menunjukkan bahwa jurnalisme kampus bukan sekadar menulis berita, tetapi juga menghadirkan ruang alternatif bagi suara kritis yang berani dan bermakna.

(Niz, Mfl, Mto) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *