Bangun Generasi Cerdas Digital, Dema UINSI Adakan Sosialisasi Bersama Diskominfo Kaltim
Samarinda, LPM Cakrawala —Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI Samarinda sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Hoax & Literasi Digital pada Kamis (9/10) di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda. Sosialisasi ini bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Prov. Kalimantan Timur ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda agar lebih kritis dan cerdas dalam menyaring informasi di era digital.
Diawali dengan sambutan hangat oleh Bapak Muhammad Faisal selaku Kepala Dinas Kominfo, acara menghadirkan tiga narasumber ahli digital yang kompeten, diantaranya adalah Bapak Johantan Alfando selaku Relawan Masyarakat Anti Fitnah, Dedy Cahyadi selaku Ketua Umum Dewan TIK Prov. Kaltim, serta Ibu Dinda Anisa selaku perwakilan dari Telkom. Antusiasme peserta tampak tinggi sejak pagi, dengan ratusan mahasiswa UINSI memenuhi auditorium untuk mengikuti materi dan diskusi interaktif seputar bahaya hoaks di dunia maya.
Cindi Amelia Putri, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini dipersiapkan hanya dalam waktu satu minggu dengan melibatkan 15 panitia. “Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa agar mampu memilah informasi dan tidak mudah termakan hoaks dari berita yang beredar,” ujarnya. Cindi juga menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam menyaring informasi. “Sebagai mahasiswa, kita harus lebih bijak dalam menilai kebenaran berita. Literasi digital seperti ini dapat menjadi sarana untuk mengedukasi diri sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Khairul Azizah, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 3, turut memberikan tanggapan positif. “Sebelumnya, kita mungkin belum tahu bagaimana cara membedakan berita hoaks atau memastikan apakah data pribadi kita pernah bocor. Menurut saya kegiatan ini sangat penting karena memberikan wawasan baru dan tips langsung dari pemateri,” tuturnya dengan antusias.
“Saya harap teman-teman yang hadir di acara ini dapat menerima pembahasan ini dengan baik dan menerapkan kegiatan literasi agar kita dapat menjadi pengguna sosial media yang bijaksana,” tambahnya.
Sosialisasi Anti Hoax dan Literasi Digital mengingatkan kita semua untuk terus berhati-hati dalam menggunakan sosial media agar tidak termakan oleh berita-berita palsu yang akan menggiring masyarakat kepada opini negatif. Sosialisasi diharapkan dapat menjadi sarana pengetahuan literasi kepada mahasiswa di zaman sekarang.
(Mbi) / (Cmt)