[ Linimasa Pemira ] Batal Debat, Paslon Tunggal Sampaikan Visi Misi

SAMARINDA, LPM CAKRAWALA – Setelah melewati beberapa tahap Pemilu Mahasiswa Raya (Pemira), kini tiba pada Debat Calon Ketua Dema dan Wakil Ketua DEMA, Rabu (13/02). Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor I Dr. Zurqoni, M.Ag, dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Hj. Noorthaibah beserta jajarannya, Dekan FTIK dan Dekan Febi.
Acara yang seharusnya adalah debat antara dua Paslon, berubah menjadi penyampaian visi dan misi serta program kerja dari Paslon nomor 1. Dikarenakan Paslon nomor urut 2 resmi mencabut berkas pada Selasa (12/02) sore. Ketua KPUM Heisma Yualianita Sari mengungkapkan, “Sebenarnya spanduk acara sudah lama dibuat dan baru selesai dicetak kemarin, bertepatan dengan Paslon nomor 2 (Rahayu – Miftah Farid) mencabut berkas dan memutuskan untuk mundur dari Pemira.” ungkapnya saat ditemui sesusai acara (13/2).
Acara dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama penyampaian visi misi, sesi ke-dua uji wawasan, dan sesi terakhir adalah interaksi bersama peserta yang hadir.

Sesi pertama pukul 10.10 Wita, dimulai dengan penyampaian 1 visi dan 5 misi di depan civitas akademika yang hadir. Kemudian moderator, Hudriyansyah, Lc, Ma memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menanggapi.

Dilanjut sesi ke-dua pukul 10.38 Wita. Sudah disediakan empat pertanyaan, kemudian Paslon dipersilahkan memilih dua diantara empat pertanyaan tersebut . Dari dua pertanyaan yang dipilih yaitu mempertanyakan “ Apakah Ormawa IAIN Samarinda sudah berjalan sesuai porosnya?” dan “Permasalahan apa yang akan ditimbulkan oleh disharmonisasi aturan?”. Setelah Paslon menjawab, moderator kembali memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menanggapi.
Sampai pada sesi ke- tiga pukul 11.13 Wita, moderator memberikan kesempatan bagi lima orang untuk bertanya kepada Paslon di depan. Berakhir 11.58 Wita, acara ditutup dengan penyampaian komitmen akhir oleh Paslon nomor 1.
Ahmad Yadi selaku peserta menilai acara tersebut tidak memberikan kesan, sehingga kurang meyakinkan untuk memilih golput, kotak kosong atau Paslon nomor 1, “Acaranya kurang greget karena dari penyampaian paslon sudah pernah disampaikan pada tahun lalu dan itu hanya janji-janji saja, tidak ada gubrakan baru untuk satu tahun kedepan,” katanya.
Dia juga menyelipkan kekecewaan atas pelaksanaan sidang pleno Pemira yang tidak mengundang UKM UKK, “Harusnya UKM UKK disertakan, karena mereka salah satu pelaku sejarah organisasi kemahasiswaan di IAIN Samarinda. Bukan hanya dihadiri Sema Dema Fakultas saja, padahal mereka baru dibentuk tahun 2015,” tandasnya.
Maka dari itu, di akhir wawancara dia berharap kepada siapa saja yang terpilih menjadi ketua Dema selanjutnya agar lebih menjalin hubungan dengan Ormawa khususnya UKM UKK dan untuk KPUM tahun depan agar lebih menjaga internalnya. (akm/sky)