UINSI Samarinda Kukuhkan Guru Besar dan Wisuda Tiga Jenjang Pendidikan
Samarinda, LPM Cakrawala – Suasana khidmat nan haru telah menyelimuti Auditorium 22 Dzulhijjah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Selasa (02/07) saat berlangsungnya acara Pengukuhan Guru Besar dan Wisuda Program Sarjana (S1) ke-46, Magister (S2) ke-21, serta Doktor (S3) ke-3.
Acara ini menjadi simbol pencapaian akademik sekaligus wujud komitmen kampus dalam mencetak generasi ilmuwan dan pemimpin yang unggul pada bidangnya.
Dalam kesempatan tersebut, UINSI Samarinda secara resmi mengukuhkan Muchamad Eka Mahmud, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebagai Guru Besar dalam Bidang Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam. Pengukuhan ini menjadi penanda penting bagi arah dan masa depan pengembangan keilmuan di lingkungan UINSI.

Rektor UINSI Samarinda, Zurqoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya atas pengukuhan yang dilaksanakan. “Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi institusi. Guru besar adalah simbol integritas keilmuan, dedikasi panjang, dan tanggung jawab intelektual untuk membimbing generasi mendatang,” ujarnya.
Bersamaan dengan pengukuhan tersebut, UINSI Samarinda juga mewisuda ratusan mahasiswa dari berbagai jenjang. Wajah-wajah haru penuh syukur mengiringi prosesi yang menandai berakhirnya perjuangan akademik dan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.
Beberapa wisudawan turut membagikan kesan dan kisah inspiratif mereka selama menempuh pendidikan. Salah satunya adalah Sayuri, wisudawan terbaik Program Doktor Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,94. Ia menegaskan pentingnya manajemen waktu dalam menempuh studi sambil bekerja. “Ketika kuliah sambil kerja, tenaga dan pikiran itu terbagi, kita dituntut untuk adil pada keduanya. Jangan sampai kita mengutamakan satu, dan kehilangan yang lainnya. Butuh disiplin untuk meraih keduanya tepat waktu,” ungkapnya.
Cherina Mayangsari Warisman, lulusan Tadris Bahasa Inggris (S1) dengan IPK 3,76, juga sempat berbagi tips dan trik dalam menyelesaikan perkuliahan dengan IPK tinggi. “Saya belajar dari teman saya, yang penting buka laptop dulu, semangat menyusul. Jangan tunggu mood datang baru mulai.” Katanya.
Sementara itu, Rina Andriani, lulusan Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan IPK sempurna 4,00, mengakui peran besar keluarga sangat penting dalam proses pendidikan. “Dukungan suami, anak-anak, dan orang tua adalah kekuatan terbesar saya. Dan dalam mengerjakan tugas perkuliahan, jangan tunda hal-hal penting.” Ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Melisdia Rapipasam, dari Prodi Perbankan Syariah dengan IPK 3,78, memberikan banyak semangat kepada para mahasiswa lain yang masih berjuang. “Jangan biarkan pikiran negatif menguasai. Percaya diri, terus belajar, dan yakin kita pasti bisa.” Pesannya.

Wisuda dan pengukuhan ini menjadi bukti bahwa UINSI Samarinda terus berkembang sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Acara ditutup dengan do’a bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh membawa keberkahan, manfaat, serta kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
(Niz, Sai) / (Cmt)