Januari 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Seruan Mahasiswa Fasya Guna Mengawal Seluruh Aspirasi Dari Tahun ke Tahun

Samarinda, LPM Cakrawala – Rapat Dengar Pendapat (RDP) sekaligus Konsolidasi Pencerdasan yang digagas oleh seluruh mahasiswa Fakultas Syariah di Pelataran Fakultas Syariah UINSI Samarinda, pada Rabu (04/06) untuk menyikapi persoalan-persoalan ‘tahunan’ yang kian tak tampak solusi konkret dari pimpinan Fakultas.

Gerakan yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa Fasya ini turut berpartisipasi aktif dalam unjuk pendapat yang kemudian akan dijadikan poin-poin tuntutan, seluruh kosma per lokalnya hingga jajaran lembaga-lembaga Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tak luput dalam RDP sekaligus Konsolidasi Pencerdasan ini. Sebagian besar mahasiswa Fasya menganggap permasalahan hari ini telah terjadi beberapa tahun belakangan dan akan terus terjadi di beberapa tahun ke depan juga.

Rembuk ini menekankan bahwa gerakan ini murni atas dasar kepedulian mahasiswa Fakultas Syariah (Fasya) dan keresahan yang dialami akan di kawal hingga mendapat respon dan tindak lanjutnya. Gerakan ini juga secara kolektif ingin mengumpulkan seluruh keresahan dan permasalahan yang di alami mahasiswa Fasya, baik lingkup individu maupun kelompok, yang selama satu semester atau bahkan selama berkuliah tak kunjung mendapatkan perubahan dan perbaikan.

Tajuk “Evaluasi Total Fakultas Syariah” yang diserukan oleh elemen mahasiswa yang hadir untuk menyikapi duduk persoalan saat RDP dan diulas lebih lanjut untuk kemudian dimasukkan ke dalam poin-poin tuntutan. Apa yang disampaikan mahasiswa yang hadir saat itu ialah keresahan yang dialami selama berkuliah, mulai dari sarana-prasarana hingga hal-hal yang menunjang akademik mahasiswa.

Amelia selaku Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah (SEMA Fasya) menekankan bahwa semua aspirasi yang disampaikan merupakan tolak ukur dalam menyatukan gerakan mahasiswa Fasya. “Permasalahan yang telah disebutkan kawan-kawan, mulai dari sarana dan prasarana, kemudian sistem pembelajaran yang kurang jelas bahkan dosen-dosen yang bermasalah, persoalan ini sebenarnya sudah sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya, mengapa di angkat lagi kemudian karena tidak di indahkannya inspirasi kawan-kawan setiap tahunnya,” ungkap Amelia.

Amelia-pun menegaskan bahwa ketika rembuk kawan-kawan mahasiswa hari ini tidak mendapat tindak lanjut dari pimpinan maka akan ada gerakan selanjutnya dari mahasiswa. “Penyampaian aspirasi ini akan di teruskan ke pimpinan agar mereka sadar dan akan di tindak lanjuti, namun jika tidak ada tindak lanjutnya, maka mungkin hari ini hanya sebagai peringatan saja namun nanti akan dengan tindakan dari kawan-kawan,” tegasnya.

Hasil dari RDP dan Konsolidasi pencerdasan ini adalah pengumpulan seluruh aspirasi-aspirasi mahasiswa maka ditarik poin-poin tuntutan yang akan menjadi bahan tindak lanjut mahasiswa Fasya ke pimpinan.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Galang selaku Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMA Fasya) yang menyebutkan ada beberapa permasalahan. Pertama, terkait sarana dan prasarana, fasilitas yang sangat menghambat gerakan mahasiswa hari ini. Kedua, terkait kinerja dosen yang salah satu tindakan kesewenang-wenangannya ialah perkuliahan di hari libur nasional. Ketiga, permasalahan ketidakjelasan sistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta koordinasi yang buruk antar Pimpinan Fakultas. “Koordinasi antara Kaprodi dengan Dekan dan jajarannya sampai hari ini itu kurang, yang mengakibatkan program MBKM tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Galang.

Hanif selaku moderator dalam kegiatan ini, menyimpulkan bahwa mahasiswa sepakat untuk melanjutkan dan mempersiapkan pertemuan ke jajaran pimpinan, dalam rembuk itu juga di bahas bagaimana proses yang di lalui sebelum kemudian dituntutkan kepada pimpinan, termasuk draft kajian isu yang diangkat juga akan di ambil alih oleh Dema Fasya. Dalam kurun waktu seminggu, hingga tanggal 11 Juni, semenjak hasil RDP dan Konsolidasi maka elemen mahasiswa Fasya akan melakukan temu dalam rangka Audiensi kepada jajaran pimpinan.

“Mahasiswa bersepakat untuk melakukan temu terhadap jajaran pimpinan atas apa yang mereka rasakan selama bergerak di Fakultas Syariah, sudah pasti isinya adalah evaluasi, apabila pertemuan yang laksanakan pada 11 Juni nanti tidak membuahkan hasil, maka dengan berat hati seluruh elemen Mahasiswa Fasya akan melakukan Aksi Demonstrasi,” tutup Hanif.

( Mto, Elf, Swz / Cmt )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *