Januari 19, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Dari Mahasiswa Untuk Mahasiswa Pemira-U Resmi Diulang

Samarinda, LPM Cakrawala – Pemilihan Umum Raya Universitas (Pemira-U) resmi dibatalkan setelah adanya konflik antara Aliansi Mahasiswa dan lembaga penyelenggara Pemira-U yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas (KPUM-U) dan Badan Pengawas Pemilihan Raya Mahasiswa (Banwasra-U) pasca pembukaan pemungutan suara pada Rabu, (05/03) di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda.

Permasalahan berlanjut ke hari selanjutnya setelah tak diindahkannya permintaan mahasiswa dalam menindaklanjuti kecurangan Pemira oleh pihak penyelenggara pasca Konsolidasi Pemira yang dihadiri oleh Wakil Rektor III, Muhammad Tahir yang dilaksanakan pada Selasa, (04/03) kemarin.

Muhammad Tahir yang berhadir pula untuk menindaklanjuti situasi dan kondisi di Auditorium menyatakan bahwasannya seluruh proses Pemira harus dihentikan. “Setelah selesai mengkaji dan berdiskusi dengan Rektor, kami menegaskan bahwa proses Pemira yang sebelumnya harus dibatalkan karena tidak sesuai dengan syarat yang ada. Pemira akan kami ulang dari awal sampai pemilihan akhir,” tegasnya.

“Pemira ini dari Mahasiswa, Oleh Mahasiswa, dan Untuk Mahasiswa. Setidaknya kita berharap agar proses pengulangan tahapan Pemira ini bisa berjalan lancar tanpa adanya huru-harau lagi,” ujar Tahir.

Pernyataan Tahir ditutup oleh perobekan surat suara yang telah dicetak oleh KPUM-U. “Sesuai dengan gugatan yang telah dilayangkan oleh saudara Andriyan dan kawan-kawan, kami nyatakan bahwa Pemira hari ini resmi dibatalkan,” ucap Tahir yang diiringi oleh perobekan kertas dan sorakan tepuk tangan oleh para aliansi mahasiswa.

Andriyan selaku perwakilan aliansi mahasiswa berpendapat bahwasanya Pemira tahun ini memiliki kesalahan yang sangat fatal sehingga tidak layak untuk dilanjutkan dan harus diatur ulang sesuai dengan peraturan yang ada. “Pihak Rektor harus lebih terbuka kepada mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak Senat Universitas harus bertindak tegas dan mengeluarkan statement final terkait keberlanjutan Pemira-U. “Kami masih mencoba untuk mencari anggota Sema-U, khususnya Tristan selaku ketua. Masalah ini terjadi karena ketidakprofesionalan mereka dalam menjalankan tugas,” tambah Andriyan.

“Jika hal ini terjadi lagi, aliansi mahasiswa ini akan semakin melebar, kami akan berkoordinasi dengan media besar dari luar kampus,” pungkasnya.

Konflik diakhiri oleh aksi pembakaran surat suara yang telah dicetak untuk pelaksanaan Pemira pada hari ini. Dengan adanya pernyataan lugas dari Wakil Rektor III dan pendapat konkret dari aliansi mahasiswa yang hadir pada konflik ini, Pemira-U diinformasikan pula akan mengalami perubahan anggota KPUM-U dan Banwasra-U sebagai lembaga penyelenggara.

Meskipun tahapan Pemira-U yang baru ini belum diketahui dengan jelas tanggal pelaksanaannya, mahasiswa UINSI masih bersikap waspada terhadap apa yang telah terjadi— sebab barangkali, kejadian yang sama akan terulang kembali.

(Cmt, Swz, Mto, Mha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *