Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Audiensi Anggaran Diabaikan, Ormawa UINSI Mulai Bergerak

Samarinda, LPM Cakrawala – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UINSI jadwalkan audiensi terkait efisiensi anggaran yang melibatkan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UINSI Samarinda pada Senin, (24/02) di Aula Rektorat Lantai 3 UINSI Samarinda.

Berdasarkan informasi yang diterima melalui grup WhatsApp Ormawa UINSI, Muhammad Tahir selaku Wakil Rektor 3 memberitahukan bahwa anggaran kegiatan untuk Ormawa telah ditiadakan karena adanya efisiensi. Dengan adanya informasi tersebut, seluruh Ormawa UINSI ingin mendengar transparansi dana dan informasi terkait pendanaan dari pihak rektor.

Namun hal ini tak diindahkan oleh pimpinan rektorat, audiensi yang seharusnya membahas terkait pendanaan ini tak terlaksana karena tak hadirnya para pimpinan. Hal ini menjadi isu negatif di kalangan Ormawa UINSI sendiri karena bahwasanya pihak rektorat tak membuka suara terkait peniadaan dana untuk kepengurusan Ormawa di tahun 2025.

Tidak munculnya pihak rektorat seakan-akan menafsirkan bahwa para pimpinan tidak ingin berkomentar terkait peniadaan dana Ormawa. Yunita Saskia selaku Presiden Mahasiswa UINSI menyatakan bahwa pihak rektorat tidak menanggapi kesenjangan ini secara serius. “Kami sudah menunggu pihak rektorat selama 3 jam, namun tetap tak ada jawaban hingga sekarang,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa seharusnya penyelenggara audiensi anggaran ini adalah pimpinan UINSI, bukan dari Dema UINSI. “Kami tidak bisa terima berbagai macam negosiasi karena tidak diberi kepastian. Kami lelah dengan kalimat ‘tunggu, sabar’. Kami butuh kejelasan mendetail terkait efisiensi ini. Kita cari jalan tengahnya bersama, bukan diam tanpa bertindak apa-apa,” pungkas Yunita.

Ketua PLT Dema FTIK, Indah Auralia, yang juga menghadiri audiensi dan ikut menunggu selama 3 jam lamanya mengungkapkan bahwa transparansi sangat penting untuk keberlanjutan Ormawa. “Transparansi itu perlu. Efisiensi ini perlu diketahui arahnya akan menuju ke hal yang baik atau tidak supaya kita bisa menentukan langkah Ormawa akan menuju ke arah mana setelah ini,” jelas Indah.

“Kami dapat informasi dari Kepala Bagian Umum kalau anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) untuk Ormawa juga telah ditiadakan. Kita butuh kejelasan, di akhir kepengurusan kita sangat butuh ATK untuk keperluan Laporan Pertanggungjawaban,” tambahnya.

Dengan tidak didengarnya aspirasi, Ormawa UINSI mulai bertindak tegas terhadap masalah ini dengan melakukan aksi demo pada (25/02) esok dan hingga saat berita ini terbit, jajaran rektorat belum memberikan penjelasan terkait hal yang telah terjadi.

(Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *