Januari 19, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Pengembangan Berkala, Saku Mahasiswa Mulai Stabil

Samarinda, LPM Cakrawala – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda mengeluhkan kendala teknis dalam penggunaan versi terbaru aplikasi Saku Mahasiswa. Aplikasi yang seharusnya mempermudah akses akademik justru mengalami berbagai masalah, seperti kesulitan login, data akademik tidak sinkron, serta fitur yang kurang responsif.

Berdasarkan angket kepuasan mahasiswa yang telah tersebar, mayoritas responden menyatakan sangat tidak puas terhadap layanan aplikasi ini. Banyak mahasiswa mengalami gangguan teknis yang menghambat aktivitas akademik mereka.

Reski, mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Semester 2, mengungkapkan pengalamannya, “Awalnya aplikasi berjalan normal, meskipun beberapa teman saya mengalami error. Tapi setelah liburan kuliah, tiba-tiba aplikasi nge-lag, berubah jadi layar putih, dan tidak bisa digunakan. Saya coba pakai versi lama, awalnya masih bisa, tapi lama-lama tidak bisa dibuka juga,” ujarnya.

Masalah serupa juga dirasakan oleh mahasiswa pengguna iPhone (iOS) yang hingga kini belum dapat mengakses aplikasi karena Saku Mahasiswa tidak tersedia di App Store. Laila, mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Semester 5, menyayangkan kendala tersebut. “Pengguna iPhone tidak bisa mengakses Saku Mahasiswa, jadi terpaksa meminjam HP teman untuk absen. Selain merepotkan, ini juga membuat akun kurang aman. Saya harap kampus segera mengupdate aplikasi agar bisa digunakan di iOS,” ucapnya.

Menanggapi berbagai keluhan ini, Sumarno, Kepala Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UINSI Samarinda menjelaskan bahwa Saku Mahasiswa masih dalam tahap pengembangan dan akan terus diperbarui. “Karena sistem sifatnya pengembangan, selalu di-update dan diperbaiki. Tapi banyak mahasiswa yang ingin semuanya langsung berjalan sempurna,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa TIPD tidak hanya menangani Saku Mahasiswa, tetapi juga Siakad dan sistem pelaporan pendidik, dengan sumber daya manusia yang terbatas. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi dilakukan bertahap.

Sementara itu, terkait kendala mahasiswa pengguna iOS, TIPD menyatakan bahwa saat ini mereka masih memprioritaskan pengembangan untuk Android, karena jumlah penggunanya jauh lebih banyak dibandingkan pengguna iPhone di lingkungan UINSI Samarinda. “Kami memprioritaskan pengguna terbanyak dan sejauh ini mayoritas mahasiswa menggunakan Android. Untuk perangkat iOS, pengembangannya akan dilakukan bertahap,” jelasnya.

Meskipun mengalami berbagai kendala, sejak Jumat (21/2) aplikasi Saku Mahasiswa versi terbaru mulai bisa diakses kembali oleh sebagian mahasiswa. Namun, beberapa pengguna masih melaporkan adanya gangguan teknis. TIPD menyarankan mahasiswa yang masih mengalami masalah untuk datang langsung ke kantor TIPD atau mengunduh ulang versi terbaru aplikasi.

“Kami mohon maaf jika masih ada kendala. Kami akan terus mengevaluasi dan mengembangkan aplikasi ini agar lebih baik ke depannya,” tutupnya.

(Yra, Amr, Ars, Sai) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *