Pemira-U 2024: Membuka Babak Baru Demokrasi Kampus
Samarinda, LPM Cakrawala – Setelah melalui berbagai proses yang panjang, Pemira UINSI telah resmi terlaksana pada Kamis (14/03) di
Auditorium 22 Dzulhijjah. Pemira kali ini diikuti oleh dua pasangan calon, diantaranya adalah Lili Istiqomah – Riu Agustian serta Yunita Saskia Ananta – Naufal Fadhillah.
Rina Yolanda, selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) mengungkapkan proses pemungutan suara berlangsung dengan lancar,
“Alhamdulillah, kondusif. Tidak ada kendala sama sekali dan para pemilih datang sesuai dengan jam. Ada beberapa kelas yang telat karena memang ada jadwal kuliah lain,” ungkapnya.
Pemira terlaksana dengan dua sesi pada 08.00-11.50 WITA dan 13.30-15.15 WITA. Rina menambahkan alasan dibaginya menjadi dua sesi guna menghindari bentroknya jadwal para pemilih dengan jam kuliah mereka sehingga diharapkan tidak ada lagi mahasiswa yang golput dalam Pemira,
“Sebelumnya kita telah melakukan sosialisasi terkait hal itu dan diharapkan agar para mahasiswa dapat mengkonfirmasi ke pihak KPUM jikalau ada keterlambatan hadir ke tempat pencoblosan, karena memang yang namanya jam kuliah itu merupakan hak dan wewenang mereka,” tambahnya.
Setelah proses pemungutan suara selesai, dilanjutkan dengan rekapitulasi suara pada hari yang sama dan disaksikan oleh saksi dari masing-masing calon bersama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya (Banwasra) UINSI Samarinda.
Berdasarkan Berita Acara yang dirilis oleh pihak KPUM mengenai hasil rekapitulasi surat suara, paslon nomor urut 01 memperoleh 196 suara dan paslon nomor urut 02 memperoleh 320 suara, dengan surat suara sah sebanyak 516 dan surat suara tidak sah sebanyak 78. Dengan demikian maka paslon 02 yakni Yunita Saskia Ananta – Naufal Fadhillah unggul dalam Pemira UINSI 2024.
Demikianlah pelaksanaan Pemira 2024 yang penuh dengan lika-liku proses hingga sampai pada tahap akhir dari pelaksanaan. Pemira ini dilaksanakan sebagai wujud dari demokrasi kampus dan partisipasi aktif para mahasiswa UINSI Samarinda dalam menentukan pemimpin yang akan mewakili aspirasi mereka selama satu tahun ke depan.
(Swz, Han, Mas, Ham)