Persyaratan Paslon Debat Kandidat Fasya disorot Audiens
Samarinda, LPM Cakrawala — Debat Kandidat Fakultas Syariah (Fasya) yang diikuti oleh 5 paslon dengan paslon tunggal dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fasya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah, HMJ Pidana Politik Islam (PPI) dan 2 paslon dari HMJ Ilmu Syariah (IS) dilaksanakan di Aula Fasya Lantai 2 (02/03). Pada sesi terakhir debat kandidat, tepatnya sesi debat paslon 1 dan 2 HMJ IS, salah satu audiens mempertanyakan terkait kesesuaian persyaratan paslon.
Debat ini dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Lilik Andaryuni dan dipandu oleh Bilqies Hanna Shofia selaku moderator. Di sesi debat kandidat hari ini ada penyampaian visi dan misi serta tanya jawab oleh Panelis yaitu Lilik Andaryuni selaku Wakil Dekan III dan Ashar Pagala selaku Ketua Jurusan Pidana Politik Islam serta beberapa demisioner dari masing-masing ormawa Fasya kepada pasangan calon (paslon), pembacaan mosi juga pertanyaan khusus dan tanya jawab audiens yang secara berurut untuk calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Muamalah dan Pidana Politik Islam (PPI) yang memiliki paslon tunggal.
Hampir memanas, administrasi paslon sempat dipertanyakan oleh Gabriel Siregar pada sesi debat kandidat HMJ Ilmu Syariah (IS) lantaran tidak adanya tes mengaji, Tri Dharma dan Sumpah Mahasiswa di awal acara debat kandidat tadi. Gabriel mengungkapkan kekhawatirannya terkait pelolosan paslon jika serangkaian tes tersebut ditiadakan saat acara debat kandidat, “Karena tahun-tahun sebelumnya itu ada, jadi secara admistrasi yang saya takutkan adalah adanya kepentingan-kepentingan untuk meloloskan salah satu paslon,” ungkapnya. Ia juga mengatakan debat terakhir untuk 2 paslon HMJ IS yang menjadi satu-satunya ormawa fasya yang memiliki 2 paslon tidak efisien dikatakan debat karena sistemnya sama seperti pada paslon tunggal, “Seharusnya debat itu pertanyaan lebih banyak dari paslon dan adanya sanggah menyanggah antar paslon, mungkin karena dibatasi waktu dan juga pertanyaan lebih banyak dari Panelis jadi tidak memungkinkan debat berlangsung lama, dan juga ada beberapa topik pertanyaan yang keluar dari tupoksi himpunan yang seharusnya pertanyaan itu terkait himpunan justru malah diluar dari himpunan,” tambahnya.
Qothrun Nada selaku Sekretaris KPUM-Fasya mengklarifikasi pernyataan Ketua KPUM-Fasya terkait kelalaian tidak adanya tes-tes di atas saat menanggapi pertanyaan dari Gabriel, “Tadi Ketua sempat salah bicara terkait persyaratan paslon yang tidak diadakan diawal acara, sebenarnya itu bukan kelalaian tetapi sudah ketentuan KPUM-Fasya sendiri, tes itu diadakan pada saat pendaftaran paslon saja,” terangnya. Ia juga menyampaikan bahwa debat kandidat hari ini berjalan lancar tanpa kendala juga diramaikan oleh tiap-tiap tim sukses perprodi yang di luar ekspektasi penyelenggara dan harapannya untuk pemira tahun ini yang persiapannya kurang dari sebulan, “Harapan saya untuk pemira tahun ini semoga lancar tanpa kendala dan semoga paslon yang menjadi pemimpin setahun kedepan bisa menjalankan tugas dengan baik dan amanah,” tutupnya. (Dst)