Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Menepis Dugaan Adanya Tindak Kekerasan dalam PBAK Fasya

Samarinda, LPM Cakrawala – Menanggapi isu yang beredar tentang adanya perpeloncoan fisik (19/8), ketua panitia PBAK Fakultas Syariah memberikan klarifikasi.

Seluruh warga UINSI tengah dihebohkan dengan cuitan salah satu wali mahasiswa baru (maba) terkait lambatnya jam pulang PBAK Fasya. “Tolong yaa, manajemen waktunya diperbaiki lagi, kalian sudah siksa anaknya, kalian siksa juga orang tuanya. Katanya pulang jam 6 sore sudah selesai, ini kok sampai maghrib baru selesai” cuitan salah satu wali mahasiswa yang geram terkait melesetnya jam waktu pulang.

Menanggapi hal tersebut, Syaifudin Majid selalu Ketua PBAK Fakultas Syariah memberikan klarifikasi bahwa adanya perpeloncoan fisik tidak benar adanya, “Meluruskan mengenai statement wali dari salah satu mahasiswa tentang diksi “siksa anak” itu tidak benar adanya. Kita disini tidak ada sama sekali melakukan kontak fisik bahkan hukuman yang berbau fisik. Sedangkan mengenai estimasi waktu yang memang meleset sedikit dari rundown yang seharusnya pulang jam 18.00 menjadi 18.30” ungkapnya. Diduga hal ini terjadi karena banyak Mahasiswa Baru yang terlambat sehingga pembukaan PBAK harus di undur.

Adapun Ketua PBAK Fasya juga menjelaskan bahwa sebelumnya panitia mendapat banyak interpensi dari pihak luar tentang waktu mulai yang terlalu pagi dan waktu pulang yang terlalu sore. “Begitulah kami mahasiswa hukum, kami tidak menundukkan kepala dan kami terima sebagai evaluasi, tapi tetap tidak merubah tata tertib yang sudah ditetapkan panitia sebelumnya”, ungkapnya

.

Syaifudin juga menegaskan bahwasannya ia menjamin PBAK Fasya aman dari dunia perpeloncoan, “Kami jamin PBAK Fasya bersih dari tindak perpeloncoan.” tutupnya (Dms/Atj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *