Keluhan Mahasiswa KKN Reguler 2022

Samarinda, LPM Cakrawala- UINSI kembali laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) full reguler tahun ini, setelah dua tahun sebelumnya melaksanakan KKN-DR dan KKN semi reguler. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang memiliki kewenangan penuh untuk mengurus KKN, saat ini telah menyelesaikan tahap pembagian kelompok dan lokasi kepada mahasiswa (11/07).
KKN tahun ini diikuti oleh 1.500 mahasiswa yang telah mendaftarkan diri dan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti KKN, saat ini para mahasiswa sedang menunggu untuk mendapatkan pembekalan KKN oleh LP2M yang akan dilakukan via Zoom meetings dan live YouTube pada Kamis (14/07). Sesuai dengan timeline yang telah dibagikan oleh LP2M, pelepasan KKN 2022 dilaksanakan pada Senin, (18/07), tetapi tanggal tersebut belum pasti karena dari pihak LP2M masih menunggu balasan dari Gubernur Kalimantan Timur untuk melakukan pelepasan tersebut.
Di tengah kesibukan persiapan KKN, terdapat keluhan yang ditujukan ke LP2M dari mahasiswa. Melihat timeline yang telah ada, tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh mengenai waktu pelaksanaan KKN yang terlalu cepat dan mendadak, alasannya karena jarak waktu finalisasi pembentukan kelompok dan lokasi yang mepet dengan waktu pelepasan KKN kali ini. “Saya rasa pelaksanaan KKN tahun ini terlalu buru-buru karena kelompok dan lokasi yang baru fix, kami menjadi tergesa-gesa untuk mempersiapkan semuanya, seperti rapat untuk membahas segala macam kebutuhan selama KKN,” keluh Sherlina, salah satu mahasiswa UINSI.
Melihat tidak sedikitnya keluhan para mahasiswa, Ketua LP2M, Mustamin Fattah memberikan tanggapannya. “Kalau dari mahasiswa memang pasti ada yang setuju dan tidak setuju dengan keputusan yang ada, tapi untuk resminya pelepasan ini di tanggal 18 atau 19 Juli 2022 dengan melihat kesiapan, kami hanya berharap pelaksanaan KKN tidak mundur sampai seminggu setelah tanggal resmi tersebut. Jadi, ditunggu saja pada pembekalan untuk tanggal pasti pelepasan KKN tahun ini, kami juga sambil menunggu balasan surat yang dikirimkan ke Gubernur,” jelasnya.
Pihak LP2M juga memberikan tanggapan terhadap keluhan mahasiswa tersebut dengan pernyataan bahwa timeline yang telah dibuat menyesuaikan dengan jadwal pelaksanaan PKL para mahasiswa. (Irh/Nbt)