Pelantikan Ormawa Tidak Ada Kepastian, UKM/UKK Bingung

Samarinda, LPM Cakrawala- Pelantikan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di UINSI yang banyak dipertanyakan oleh UKM/UKK hingga saat ini masih belum dilaksanakan. Belum adanya koordinasi ke pihak Ormawa dan kurangnya SDM dalam mempersiapkan acara menjadi alasan belum terlaksananya pelantikan tersebut.
Pelantikan Ormawa yang seharusnya terlaksana pada awal tahun, belum dilaksanakan hingga saat ini karena melihat Pemilu Raya (Pemira) dan Musyawarah Mahasiswa (Musma) yang baru terlaksana pada bulan Maret 2022. Namun, hingga detik ini setelah rampungnya Pemira dan Musma, pelantikan belum juga terlaksana, padahal seluruh Ormawa sangat menantikan pelantikan ini guna lebih leluasa untuk menjalankan kepengurusannya.
Salman Al-Farisi, selaku ketua Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) periode 2022-2023 menjelaskan alasan terkait lambatnya pelantikan tersebut. “Hingga kini persiapan pelantikan Ormawa belum dipersiapkan karena Sema-U masih melakukan Open Recruitment (Oprec) untuk menambah anggota, karena baru ada 9 orang pengurus di dalamnya, jadi kami masih fokus ke Oprec dulu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sudah ada pembicaraan dengan Wakil Rektor III terkait pelaksanaan pelantikan ini. “Dalam rapat dengan pimpinan Ormawa, Sema, Dema, dan WR III. Pelantikan akan dilakukan di minggu ketiga Ramadhan, tetapi untuk tanggal pastinya belum ditentukan,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan, dalam rapat juga diberitahukan saat acara pelantikan nanti juga akan diadakan seminar dan buka bersama.
Lambatnya pelantikan Ormawa membuat seluruh UKM/UKK menunggu kepastian kapan mereka akan dilantik. Aulya Syahviani, ketua umum Teater Iqro menyampaikan keluh kesahnya terhadap pelantikan yang belum ada kabarnya. “Dampak dari lambatnya pelantikan ini, yaitu kami akan merasa ragu untuk menjalankan program kerja karena belum ada pengesahan terhadap kepengurusan kami,” jelasnya. Ia juga menambahkan, tanggal pastinya pelantikan sebaiknya di minggu ini karena menjelang lebaran nanti pasti mahasiswa banyak yang pulang kampung. (Fps/Nbt)