Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Fenomena Lawan Kotak Kosong, Mahasiswa IAIN Samarinda Dinilai Apatis Demokrasi

Samarinda, LPM Cakrawala – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, tetap melaksanakan debat kandidat di masing-masing fakultas pada, Senin (18/01) meskipun banyak calon tunggal dalam pelaksanaannya.

Kurangnya semangat mahasiswa dalam berdemokrasi, khususnya dalam memimpin di Lingkungan IAIN Samarinda terlihat dari banyaknya Pasangan Calon (Paslon) yang melawan kotak kosong di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dan Fakultas Syariah (Fasya). Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Reza Fahlevi selaku ketua KPUM-FTIK, “Dilihat dari tahun sebelumnya, semangat dan rasa ingin memimpin mahasiswa menurun secara signifikan. Kami sudah mengusahakan dan memberikan informasi semaksimal mungkin mengenai pendaftaran calon ketua dan wakil ketua Dewan Eksekutif (Dema), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) FTIK”, Ungkapnya. Dirinya juga menambahkan, menurunnya semangat mahasiswa juga dapat dilihat dari kurangnya partisipasi meraka dalam menyaksikan debat kandidat baik secara langsung maupun melalui live streaming instagram, “Dilihat dari partisipasi yang menyaksikan live streaming instagram KPUM FTIK tidak lebih dari 30 penonton ”, Ujarnya.

Lailatul Mahmudah, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) merasa bahwa penyelenggaran Pemira pada tahun ini sangat disayangkan, lantaran banyaknya Paslon yang melawan kotak kosong, hal tersebut menggambarkan kurangnya antusias mahasiswa IAIN Samarinda dalam berdemokrasi, “Sangat disayangkan, pada Pemira tahun ini sedikit mahasiswa yang mau mencalonkan diri menjadi pemimpin di Ormawa IAIN Samarinda, hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya Paslon yang melawan kotak kosong pada debat kandidat hari ini”, Terangnya. Dirinya juga berharap, semoga pada Pemira yang akan datang mahasiswa bisa lebih antusias terhadap demokrasi kampus, “Saya berharap, semoga mahasiswa IAIN Samarinda bisa lebih antusias dan sadar akan pentingnya demokrasi kampus, sehingga akan lebih banyak mahasiswa yang berpartisipasi pada Pemira yang akan datang”, Tutupnya.(Shf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *