Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Debat Kandidat Fasya, Beberapa Paslon Ikuti Debat Secara Virtual

Samarinda, LPM Cakrawala-  Pasangan Calon (Paslon)  ketua dan wakil ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Syariah (Fasya) mengikuti debat kandidat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fasya  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. Acara tersebut dilaksanakan secara offline di Aula Fasya pada, Senin (18/10).

Namun, ada beberapa paslon yang tidak dapat mengikuti jalannya debat kandidat secara offline, sehingga mereka terpaksa mengikutinya secara virtual. Adapun kandidat tersebut yakni, Muhammad calon ketua HMJ Pidana Politik Islam (PPI) nomor urut 01 dan Widya Kusuma, calon ketua Dema-Fasya nomor urut 01. Mereka terpaksa mengikuti jalannya debat kandidat secara virtual lantaran mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad, calon ketua HMJ PPI , “Kebetulan saya sedang isolasi mandiri di rumah karena orang terdekat saya saat ini terinfeksi virus Covid-19 oleh karena itu saya tidak dapat mengikuti debat kandidat secara offline karena saya tidak ingin nantinya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”, Ujarnya. Senin (18/01). Dirinya juga menambahkan bahwasanya mereka mendapatkan izin dari pihak KPUM-Fasya agar bisa melakukan debat kandidat secara virtual dengan memenuhi beberapa persyaratan, “Kami telah mendapatkan izin dari KPUM-Fasya terkait mengikuti debat secara virtual dengan memenuhi beberapa persyaratan seperti, bukti surat keterangan kesehatan orang terdekat yang terinfeksi virus Covid-19 dan juga kesiapan dalam menggunakan aplikasi Google duo di pelaksanaan debat kandidat”, Lanjutnya.

Muhammad Alfi Ramadana, Ketua KPUM-Fasya membenarkan perihal perizinan tersebut. Menurutnya, mengikuti debat secara virtual merupakan solusi saat ini, “Kami telah mengundang mereka untuk hadir dalam debat kandidat terbuka tetapi karena keadaan yang tidak memungkinkan, akhirnya kami mencari jalan keluar dan membuat sistem debat secara virtual bagi calon yang tidak dapat hadir dalam debat kandidat tersebut”,  Tutupnya. (Kdj,Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *