Januari 19, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Aksi Tolak Omnibus Law, Tak Menuai Hasil



Samarinda, LPM Cakrawala- Dalam rangka menolak pengesahan UU Omnibus law, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat dari berbagai Perguruan Tinggi di Samarinda serta buruh kembali memadati depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memaksa pihak DPRD menandatangani surat penolakan Omnibus law, pada Senin (12/10).

Kordinator lapangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, Eko Abiyyu mengatakan bahwa DPRD selalu melontarkan alasan ketika diminta untuk menandatangani surat penyampaian aspirasi ke DPR RI agar menolak Undang-Undang Omnibus law yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil, “sebenarnya pihak DPRD Provinsi Kaltim paham dan tau akan isi dari Undang Undang ciptakerja tersebut. Akan tetapi mereka enggan menandatangi dengan berbagai alasan”, Ujarnya.


Dirinya juga menambahkan bahwa tidak adanya respon dari DPRD terkait tuntutan mahasiswa hari ini, “Minim respon dari DPRD, mereka seolah tidak menggubris yang sudah diperjuangkan oleh teman-teman mahasiswa dan aliansi masyarakat dalam menolak keras pengesahan Undang Undang cipta kerja”, Ujarnya.

Pada pukul 19.30 WITA berdasarkan informasi yang dihimpun dalam aksi penolakan UU Ciptakerja, berakhir dengan terjadinya bentrok antar mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Diketahui, pada Senin (12/10) tepat pada pukul 19.27 WITA, aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa yang masih bertahan di depan Gedung DPRD.

Rencana aksi lanjutan sepertinya akan dilakukan kembali oleh para demonstran, “Perjuangan ini belum selesai akan ada aksi lanjutan pastinya, tinggal kita tunggu saja bagaimana arahan dari Jendral Lapangan AKM nanti “, Tutup Eko. (Kdj/Bcl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *