Tersisa 29 Santri, Asrama Jauh Dari Kata Krisis
Samarinda, LPM Cakrawala – Sejak dipulangkanya santri Ma’had Jami’ah ke rumah masing-masing, sebagai bentuk antisipasi upaya pencegahan dan penyebaran virus Covid-19, pada Senin (23/03) silam. Terhitung sebanyak 29 santri memilih untuk tetap bertahan tinggal di asrama.
Baru-baru ini telah beredar informasi di sosial media, terkait kondisi santri yang saat ini masih berada di asrama. Informasi yang diperoleh bahwasanya kondisi para santri yang menetap di asrama sedang dalam krisis makanan, “Di kampus 2 IAIN Samarinda Seberang saat ini ada 55 orang mahasiswa yang memilih bertahan di kampus dari pada pulang ke Kampung halaman, saat ini mereka sedang kriris makanan”, dikutip melalui laman Fb SMI, (18/04).
Mengetahui hal ini, pihak asrama lantas menepis informasi yang telah beredar tersebut, Rahmatillah, koordinator asrama santri putri, angkat bicara. Dirinya menyatakan bahwa selama ini kebutuhan santri asrama selalu terpenuhi, tidak pernah merasakan krisis makanan sedikitpun, “Mahasantri asrama jauh dari kata krisis, karena mereka mendapatkan bantuan dari pimpinan serta Satuan Petugas (Satgas) penangan Covid-19 ”, tukasnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Moh. Nasrun, M. Pd.I selaku Direktur pesantren kampus. Ia mengatakan bahwa santri yag masih menetap telah mendapatkan bantuan dari pihak pimpinan bersama dengan Satgas penangan Covid-19, “Sejak akhir Maret hingga Kamis 16 April, santri kami yang ada di asrama maupun mahasiswa Thailand telah mendapatkan bantuan berupa sembako dari Satgas penanganan Covid-19 serta telah mendapatkan jatah kotak nasi untuk makan siang dari pimpinan lembaga ”, tambahnya.
Seling satu hari kemudian, SMI yang telah menyebarkan informasi melalui laman facebooknya, memberikan klarifikasi atas postingan yang telah beredar. SMI mengungkapkan bahwa informasi yang diterima, Ia dapatkan dari salah satu mahasiswa yang saat ini juga masih bertahan di kampus. Setelah mengetahui kondisi santri asrama yang sebenarnya, SMI pun menghapus postingannya. ” Tujuan saya tak lain hanya ingin memastikan bahwa teman-teman yang masih di asrama dalam keadaan aman dan tidak ada kekurangan apapun, Akan tetapi setelah saya klarifikasi kepada beberapa pihak ternyata kondisi mereka yang tinggal di kampus saat ini baik-baik saja, dan sebab dari itu saya menghapus postingan yang sebelumnya telah saya unggah”, Ucapnya.
Di akhir wawancara, Rahmatillah merasa sedikit kecewa karena adanya pemberitaan tersebut. Namun, Rahmatillah berpesan untuk menjadikan hal ini sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi, “Jadikan pelajaran saja untuk kedepannya dan sebaiknya mencari info yang valid dulu baru disebarkan, karena kejadian ini dapat mencoreng nama baik asrama dan pihak lembaga pada umumnya,”. Tutupnya, (Khu/Trx).