Januari 18, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Pemira Usai, Janji Dimulai: DEMA UINSI Siap Tancap Gas

Samarinda, LPM Cakrawala— Regenerasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) akhirnya menemukan titik terangnya. Setelah dihantam berbagai dinamika yang terjadi, Pemilihan Umum Raya Universitas (Pemira-U) telah tuntas terlaksana pada (28/05) dan melahirkan sosok pemimpin baru untuk mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI).

Pemira ditutup dengan kemenangan paslon tunggal Dema UINSI, Andriyan Dwi Saputra dan Muhammad Hanif Ansyari. Hal ini menjadi salah satu momentum utama dan harapan emas UINSI karena telah menemukan pemimpin mahasiswa yang baru.

Andriyan menyatakan bahwa setelah adanya kemenangan ini, ia akan segera mengatasi permasalahan-permasalahan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) untuk kebaikan demokrasi yang kian memburuk. Andriyan akan berupaya untuk menyiapkan pengurus baru sebanyak mungkin dan mengurangi jumlah kementerian yang ada di Dema UINSI demi regenerasi yang mutakhir. “Setelah ini, kami akan berusaha memperbaiki sistem demokrasi kampus melalui KBM dan TAP Pemira agar bisa dijamah oleh seluruh mahasiswa. Semua visi dan misi kami akan selalu kami upayakan untuk kebaikan Ormawa UINSI,” ungkap Andriyan.

Sejalan dengan hal tersebut, Muhammad Hanif Ansyari juga berkomentar bahwa ia dan Andriyan akan mengumpulkan orang-orang yang siap berkontribusi dan berkomitmen untuk belajar di dalam organisasi. “Saya harap kepengurusan ini bisa lebih menunjukkan taringnya dengan semangat integritas dan dapat menjadi contoh untuk Ormawa yang ada di UINSI.” Jelasnya. Ia juga mengutarakan bahwa UINSI sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki sinergi untuk merangkul seluruh mahasiswa, “Dema UINSI akan memperlihatkan bagaimana kepemimpinan yang peka terhadap kondisi lingkungan kampus,” tambahnya.

Omongan yang masih menjadi wacana ini lantas menjadi sorotan yang akan menentukan arah mahasiswa selama satu tahun ke depan. Tak hanya Ormawa UINSI, mahasiswa yang tidak tergabung dalam organisasi-pun mulai mempertanyakan apakah Dema UINSI tahun ini layak dipercaya atau tidak.

Bondan Tri Atmaja, mengungkapkan bahwa ia akan mencoba untuk percaya terhadap regenerasi yang ‘sepertinya’ terlihat menemukan titik terang ini. Menurutnya, menjatuhkan kepercayaan pada seseorang atau lebih itu perlu ada takaran integritas melalui track record orang tersebut. “Saya mengamati bahwa Andriyan memiliki pengalaman yang cukup baik dalam organisasi. la sebelumnya menjabat sebagai ketua Dema FTIK dengan baik, hal itu bisa menjadi track record yang unggul untuk sebuah branding seorang pemimpin,” pungkasnya.

Bondan juga mengharapkan agar Dema UINSI mampu merealisasikan visi misi yang sebenarnya tidak mudah untuk dilaksanakan, “Semoga visi misi yang terkesan ‘utopis’ itu bisa terlaksana, semoga marwah organisasi kampus dapat ditingkatkan dengan proaktif dalam pergerakan baik dari rancah regional maupun nasional.” Harap Bondan.

“Saya memang berencana untuk menjadi salah satu pengawal proses reformasi dan regenerasi demokrasi ini. Tapi apakah saya sudah dipastikan akan membersamai pemimpin baru di kabinet Dema UINSI? Mari kita lihat pada waktu pengumuman mendatang,” tutup Bondan.

Di sisi lain, pelaksanaan Pemira-U tahun ini juga menyisakan beberapa catatan kecil, seperti rendahnya partisipasi mahasiswa yang turut memberikan suara dan minimnya ruang diskusi publik sebelum pemilihan berlangsung. Meski begitu, pelaksanaan yang akhirnya rampung tanpa gejolak besar menjadi langkah awal yang cukup positif untuk memulai periode baru kepemimpinan Dema-U.

(Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *