Januari 18, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

DEMA FTIK Bahas Potensi dan Tantangan Implementasi AI Dalam Dunia Pendidikan Lewat Seminar

Samarinda, LPM Cakrawala – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (Dema FTIK) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertemakan “Artifical Intelligence dalam Pendidikan: Apakah Al Peluang atau Ancaman?” pada Sabtu (31/05) di Aula FTIK UINSI Samarinda.

Kegiatan ini disambut hangat dengan partisipasi penuh oleh peserta dan panitia yang hadir, dengan menghadirkan narasumber yang luar biasa, hal ini pun menjadi pemantik semangat dan antusias para partisipan dalam Seminar Pendidikan tersebut. Narasumber yang dihadirkan dalam mengulas topik soal perkembangan teknologi khususnya Artifical Intelligence (AI) itu sendiri, ialah narasumber yang mumpuni dalam memberikan wawasan dan pemahaman akan hal tersebut, di antaranya Muhammad Fajri selaku dosen UINSI dan Suryadi selaku Founder Sekolah Lifeskill.

Ketua Panitia, Ali Mahmud, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih karena melihat pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Al, yang kini telah masuk ke berbagai aspek, “Melihat perkembangan teknologi sekarang semakin besar khususnya dibidang Al itu sendiri, terutama di bidang pendidikan, mulai dari sistem penilaian, sistem pembelajaran, bahkan sampai interaksi antara murid dan guru. Kita harus tahu arah dan gerak Al mau di bawa ke mana, apakah ke depannya itu akan menjadi sebuah peluang, atau menjadi sebuah ancaman di dalam pendidikan.” Jelasnya.

Ketua Umum Dema FTIK, Rahmat Hidayah, dalam sambutannya juga mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar mengikuti acara ini secara formalitas, melainkan menjadikannya sebagai momen reflektif untuk memahami realita pendidikan hari ini. “Ketika pendidikan adalah cahaya, lalu mengapa negeri ini masih gelap? Karena sering kali pendidikan hanya menjadi simbol formalitas, bukan substansi. Maka dari itu, mari kita dalami isu-isu kritis seperti kehadiran Al, dan bagaimana peran kita sebagai insan akademis yang berkualitas dan progresif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahmat juga menekankan pentingnya peran mahasiswa FTIK dalam membangun generasi pelopor, bukan sekadar pengekor. “Kita berkecimpung di dunia pendidikan, jadi tugas kita adalah membentuk kader-kader insan cita yang relevan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuntut ilmu, mengabdi, dan merealisasikan pengetahuan itu dalam kehidupan nyata.” Tutupnya.

Seminar ini menghadirkan diskusi mengenai potensi dan tantang implementasi Al dalam dunia pendidikan, apakah Al akan menjadi alat bantu pembelajaran atau justru menaaeser peran manusia di dunia pendidikan. Narasumber yang dihadirkan ini diharapkan dapat memberi keterbukaan informasi dan memberikan pemahaman terkait tema yang di angkat oleh teman-teman Dema FTIK.

Dengan terselenggaranya seminar ini, Dema FTIK berharap dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya memahami peran teknologi, khususnya Al dalam dunia pendidikan.

(Niz, Mto) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *