Audiensi Ormawa Pada Pimpinan, Rektor: Kami Berpihak Ke Mahasiswa
Samarinda, LPM Cakrawala – Efisiensi anggaran telah menjadi perbincangan hangat seluruh pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang menyebabkan terjadinya aksi demo seluruh Ormawa pada Selasa, (25/02) kemarin yang berlokasi di lapangan rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Dalam audiensi pasca demo pagi hari, Zurqoni, rektor UINSI berkata bahwa Ormawa memiliki hak dan kewenangannya dalam transparansi efisiensi dana. “Kegiatan kemahasiswaan adalah kewenangan utama Universitas. Kami akan menindaklanjuti hal ini agar ada kelonggaran untuk pendanaan kegiatan mahasiswa. Kami akan selalu berpihak pada mahasiswa,” tutur Zurqoni.
Ali, staff bagian keuangan UINSI Samarinda mengungkapkan bahwa pemerintah pusat yang telah mengatur semuanya dan pihak UINSI tak ada campur tangan terkait efisiensi dana ini. “Ketika informasi pemblokiran dana universitas ini kami dapatkan, kami berupaya untuk menyelamatkan dana mahasiswa,” pungkasnya. Ia juga bersumpah bahwa perkatan ini benar adanya tanpa campur tangan pihak rektorat.
“Kami juga terkena dampaknya, atau kami lah yang paling besar terkena dampaknya, tak hanya ormawa saja,” ujar Ali. Ali juga menjelaskan bahwa transparansi anggaran UINSI sendiri mencapai 98%. “Anggaran kita itu 32M. 16M adalah anggaran kebutuhan rutin berupa semua honor di UINSI. 17M itu diblokir, kita minus 4,7M,” jelas Ali.
Zamroni yang hadir pada audiensi saat itu juga berkomentar, “Coba untuk Ikhtiar saja. Pihak pimpinan juga sedang mengusahakan. Tidak ada pemblokiran kegiatan, kita sama-sama berdoa agar kebijakan baru dapat diberlakukan dan anggaran bisa kita buka kembali. Berdoa saja semoga ada perubahan kebijakan, karena jika tidak, hal ini akan berlaku hingga akhir 2025,” timpalnya.
Disamping itu pembicaraan kian memanas karena adanya pertanyaan bertubi dari demisioner ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga UINSI Samarinda, Yusril Rasyid yang mengungkapkan bahwa pembahasan para pimpinan hanya berputar-putar dan tidak juga memberikan solusi yang relevan untuk keberlanjutan Ormawa UINSI. “Untuk apa ada Ormawa kalau anggarannya gak ada. Apakah kita diwajibkan untuk mogok kerja karena efisiensi dana ini? Kita butuh solusi untuk keberlanjutan Ormawa,” tegasnya.
Perbincangan tak berujung yang hingga pukul 14.00 ini juga masih menjadi pertanyaan besar karena Ormawa masih berusaha mencari cara untuk tetap mengadakan kegiatan. Zamroni sempat berpesan bahwa ia dan para pimpinan akan membantu mencari sponsorship untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, “Kami pasti akan bantu dengan maksimal. Saya akan carikan sponsor untuk kegiatan adik-adik semua. Tapi kalau masalah di acc atau tidaknya itu kembali lagi kepada penerima proposal. Berusaha saja dulu,” tuturnya.
Di akhir audiensi, Zurqoni menyatakan bahwa evaluasi kinerja rektor bukanlah wewenang Ormawa, khususnya Dema UINSI dan Sema UINSI sehingga Zurqoni tidak bisa menandatangani surat putusan yang telah dibuat. Ia berkata bahwa putusan tersebut bersifat memaksa, “Diperbaiki saja redaksinya, nanti temui saya untuk tanda tangan,” tutupnya.
Efisiensi anggaran telah menjadi topik hangat sejak adanya kebijakan dari pemerintah untuk mengutamakan dana Makan Bergizi Gratis. Hal ini akan terus ditindaklanjuti untuk menemukan titik terang Ormawa.
(Swz, Mto, Cmt, Han, Akz)