Januari 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Almamater UINSI Samarinda Terlambat Dibagikan, DEMA-U Ungkap Alasan Anggaran dan Relaksasi Dana

Samarinda, LPM Cakrawala – Semester pertama mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda hampir berakhir. Namun almamater UINSI belum juga didapatkan, padahal dua tahun sebelumnya almamater diterima sejak Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK). Berdasarkan informasi yang dihimpun, almamater baru tersedia paling cepat pada akhir November setelah sempat tidak dianggarkan dalam rencana awal.

Dari informasi yang diberikan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), Andriyan, menggandeng Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) untuk menyinggung terkait masalah almamater pada saat pembahasan persiapan PBAK 2025. Pada bulan Agustus pihak rektorat menyatakan bahwa almamater mahasiswa 2025 tidak di anggarkan dengan alasan efisiensi anggaran. “Namun, kami Sema-U dan Dema-U merasa kurang setuju dengan jawaban pihak rektorat tersebut, sehingga kami terus mendesak untuk diadakannya almamater untuk mahasiswa baru,” ucap Andriyan saat diwawancarai.

Ia juga mengatakan bahwa penolakan dari pihak Dema-U dan Sema-U karena menilai bahwa almamater merupakan identitas yang penting bagi mahasiswa baru dan tidak seharusnya dihapuskan hanya karena alasan efisiensi anggaran. Setelah melalui banyaknya desakan dari berbagai pihak, rektorat pada akhirnya memberikan keterangan terkait almamater yang akan kembali dianggarkan.

Pada Rabu (17/09) DEMA-U bersama SEMA-U melakukan pertemuan dengan Tarman selaku perwakilan Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) guna membahas terkait keterlambatan almamater. Dari hasil pertemuan ini, didapat kepastian bahwa almamater kembali di anggarkan dengan catatan akan mengalami keterlambatan.

Kemudian, pada kamis (25/09) Dema-U melakukan konfirmasi kembali lewat Whatsapp dengan perwakilan AUPK. Dalam konfirmasi ini, pihak biro memastikan bahwa proses almamater sudah berjalan. “Paling cepat akhir November, paling lambat awal Desember,” tulis Tarman melalui pesan singkat yang diterima Dema UINSI.

Sementara itu, mahasiswa baru angkatan 2025 masih menunggu kepastian informasi terkait almamater mereka. Annisa, mahasiswi baru, mengatakan bahwa sejak PBAK 2025 hingga saat ini mereka tidak mendapatkan kejelasan mengenai almamater UINSI. “Heran aja, apa biasanya memang selama ini agar bisa mendapatkan almamater? Sedangkan tidak ada informasi apapun terkait almamater dan kami hanya disuruh untuk menunggu,” ujarnya.

Sepakat dengan Annisa, mahasiswi lainnya Ainun, juga mengatakan bahwa ia berharap almamater UINSI akan segera diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bentuk identitas bagi mereka. “Saya berharap pihak rektorat bisa lebih terbuka dan memberikan kepastian tentang masalah almamater ini, jika memang ada terkendala dengan adanya program gratispol,” tutupnya.

(Sai) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *