LKMM UINSI, Ajang Tempa Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Muda
Samarinda, LPM Cakrawala – Bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema-F), Dema UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) sukses tuntaskan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa selama 2 hari penuh mulai (18/10) hingga (19/10) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Aula Rektorat Lantai 3.
LKMM hadir sebagai pengganti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) yang sebelumnya diadakan oleh Dema Fakultas dan Dema UINSI sendiri. Kabarnya, LKMM telah diresmikan oleh Senat Mahasiswa (Sema) UINSI September lalu dengan tujuan memberikan ilmu kemahasiswaan dan kepemimpinan kepada peserta yang mendaftar.
Dalam sambutannya, Andriyan Dwi Saputra selaku Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda mengungkapkan bahwa LKMM bukanlah sesuatu hal yang baru di UINSI, “beberapa tahun yang lalu hal seperti LKMM ini pernah terlaksana, namun diganti dengan PKD dan PKL. Tahun ini kami ubah lagi sebagaimana mestinya,” ungkap Andriyan.
“LKMM adalah hasil diskusi bersama Sema-U dan ormawa UINSI. Mayoritas mahasiswa perwakilan ormawa mengiyakan pengadaan LKMM sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” tambah Andriyan.
LKMM yang dihadiri oleh 27 mahasiswa dari berbagai kalangan organisasi ini disinyalir menjadi sebuah jembatan relasi dan informasi organisasi yang sedang dijalankan. Seperti Taufik, mahasiswa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBI) menyebutkan bahwa tujuannya mengikuti LKMM adalah ingin mencapai jenjang kepemimpinan lebih lanjut. “Antropologi kampus dan manajemen kemahasiswaan merupakan materi yang perlu dipahami oleh mahasiswa UINSI,”
“Saya berharap pengetahuan yang saya dapatkan di LKMM bisa diberikan kepada adik-adik saya nanti,” tambahnya. Sebelumnya, Taufik juga menyebutkan bahwa awal kehadirannya di lokasi adalah hanya untuk menemani anggota lain HMPS TBI yang mengikuti LKMM, tetapi akhirnya ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Qomariah, Ketua Panitia, menyebutkan bahwa LKMM penting untuk persiapan para mahasiswa yang akan melaju ke kursi pimpinan organisasi di UINSI. “Selama 2 hari, peserta selalu dituntut untuk menjadi lebih baik setelah sesi materi. Semoga peserta yang mengikuti LKMM dapat menjadikan organisasinya menjadi organisasi yang ASIK, Aktif Solidaritas Kreatif dan Inovatif,” tutup Qomariah.
(Cmt) / (Cmt)