Januari 18, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Angkat Budaya Lokal, Teater Iqra UINSI Gelar Lokakarya Tari Jepen Kutai

Samarinda, LPM Cakrawala- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Iqra Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Lokakarya Tari Jepen Kutai selama dua hari, pada (18-19) Oktober 2025, di Gedung Serba Guna UINSI Samarinda. Kegiatan yang mengusung tema ‘Menari dengan Hati, Berkarya untuk Negeri’ ini telah sukses menarik antusiasme 30 peserta dari berbagai kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ketua Umum Teater Iqra, Muhammad Zaini Ghoni, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan manifestasi dari komitmen UKM untuk melestarikan dan mengenalkan budaya lokal. Ia merasa janggal ketika sebuah kampus yang memiliki nama Sulthan Kutai justru asing dengan budaya kutai sendiri, khususnya tari jepen. “Jadi dari situlah kami tergerak untuk membuat acara yang mengenalkan dan mengajarkan tari jepen,” ujar Ghoni.

Lokakarya yang digelar selama 2 hari ini tidak berhenti sampai pada pengenalan tari jepen saja, tetapi lebih dalam dalam menanggapi tiap makna dalam tiap-tiap gerakannya. Ia juga berharap peserta nantinya bisa paham makna dan sejarah dari tari ini sehingga ilmu yang didapat dari acara ini bisa disebarluaskan.

Ketua Panitia acara, Rifda Aisy, mengungkapkan bahwa 30 peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, termasuk pelajar SMA di sekitar Samarinda Seberang, alumni UINSI, dan mahasiswa UINSI. “Kami menjaring peserta mulai dari siswa dan mahasiswa yang berada di luar UINSI. Hal ini menjadi fokus kami dalam pelaksanaan,” ungkap Aisy.

Antusiasme yang terkumpul dari berbagai sekolah, terutama di Samarinda Seberang. Hal ini menunjukkan keberhasilan panitia dalam sosialisasi acara.

Sementara itu, Ghoni menegaskan bahwa fokus Teater Iqra tahun ini adalah budaya Kutai. Ia menyatakan bahwa setelah lokakarya ini, Teater Iqra siap-siap menggarap pentas teater besar yang direncanakan akan mengintegrasikan unsur-unsur budaya Kutai, menjadikan komitmen mereka lebih dari sekadar sosialisasi.

Menutup wawancara, baik Ketua Umum maupun Ketua Panitia menyampaikan harapan mereka. Aisy berharap ilmu Tari Jepen yang didapat, “semoga Teater Iqra’ bisa semakin dikenal dan bisa dipakai untuk acara-acara mereka di sekolah,” tutupnya.

Swz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *