Januari 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Aliansi UINSI Siap Kawal Kebijakan: Konsolidasi Untuk Tuntutan Reformasi

Samarinda, LPM Cakrawala – Aliansi UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda telah gelar konsolidasi pencerdasan pra-demonstrasi pada (30/09) yang berlokasi di pelataran Auditorium. Konsolidasi ini dihadiri oleh berbagai perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UINSI Samarinda, mulai dari Dema, Sema, UKM, UKK, LPM, hingga mahasiswa baru turut hadir menyuarakan pendapatnya di Konsolidasi kali ini.

Konsolidasi pencerdasan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa UINSI Samarinda agar mengetahui bagaimana informasi terkait teknis lapangan yang akan di lanjutkan pula oleh Aliansi Mahakam yang berlokasi di Universitas 17 Agustus Samarinda pada (31/09) mendatang.

Hanif, Wakil Presiden Mahasiswa UINSI menegaskan ada 11 tuntutan utama yang akan dilayangkan saat demonstrasi berlangsung. Beberapa diantaranya adalah Penolakan RUU KUHAP, Tunjangan DPR, pemulihan dosa pemerintah, oligarki politik, kesejahteraan pendidik, hingga represifitas polisi yang sejatinya sangat merugikan masyarakat.

Salah satu peserta Konsolidasi, Ambo Tang, menyoroti poin tuntutan yang membahas tentang kesejahteraan tenaga pendidik. Menurutnya, sistem dan tatanan tenaga pendidik di Indonesia sudah sangat bobrok.

“Guru itu tidak sejahtera karena gajinya yang rendah. Gaji rendah karena bobroknya sistem yang ada. Lalu, dengan tidak memumpuninya sistem itu Indonesia akan melahirkan tenaga pendidik yang tidak kompeten. Terkait tuntutan tersebut, saya harap pemerintah dapat melakukan seleksi kompetitif untuk menemukan tenaga pendidik yang benar-benar kompeten,” jelas Ambo.

“Selain mensejahterakan tenaga pendidik, kita juga harus menyoroti bagaimana sistem pendidikan di Indonesia ini semestinya sudah harus diperbaiki lagi. Semoga hal ini dapat terlaksana,” tambahnya.

Sementara itu, Andriyan Dwi Saputra, Presiden Mahasiswa UINSI sekaligus sebagai penanggung jawab internal aliansi UINSI menanggapi bahwa kemungkinan chaos tidak akan bisa terhindarkan. “Kami akan senantiasa menginformasikan kepada kawan-kawan UINSI untuk tidak bersikap anarkis agar tidak menjadi bumerang untuk diri kami sendiri,” tutur Andriyan.

“Harapan kami sangat banyak untuk demonstrasi ini. Kami ingin bertemu dengan pimpinan DPRD dan meminta kejelasan terkait hal yang telah terjadi. Sebagai mahasiswa yang melek akan politik, kami akan senantiasa mengawal segala bentuk kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh pemangku kebijakan yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.” Tutupnya.

(Cmt) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *