Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Audiensi II Fakultas Syari’ah: 60% Aspirasi Terjawab, Mahasiswa Tunggu Bukti Nyata

Samarinda— LPM Cakrawala, Audiensi kedua pasca konsolidasi pencerdasan mahasiswa Fakultas Syari’ah kembali digelar pada (17/06) sebagai bentuk penyatuan persepsi seluruh warga Syari’ah.

Audiensi ini kembali digelar untuk meminta beberapa hal yang belum sempat dijelaskan pada audiensi sebelumnya, seperti pendanaan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fasya, hingga kontribusi dan solusi yang akan terlaksana di kemudian hari.

Haris, Wakil Dekan II Fakultas Syari’ah telah membeberkan informasi penting bahwa seluruh dana Organisasi Mahasiswa yang turun dari Rektorat akan langsung dirapatkan dan diserahkan kepada masing-masing penanggung jawab akademik. “Pimpinan tidak pernah sekalipun memotong dana yang turun dari rektorat. Namun ketika dana yang kalian dapatkan kurang, kebijakan efisiensi yang diberlakukan di rektorat masih berlaku, makanya mahasiswa merasa terpangkas,” pungkasnya.

Tak hanya pendanaan Ormawa, telah dibahas pula sarana prasarana yang ternyata telah dijanjikan untuk diperbarui, namun terhalang efisiensi anggaran. Kepala Bagian Tata Usaha Fasya, Ahmad Rusyadi, memberikan pernyataan bahwa telah ada barang-barang yang diajukan ke Kepala Biro untuk diperbarui sejak Februari, “Kami telah mengajukan beberapa perbaikan seperti atap, wc, meja dan sebagainya. Saat itu masih bisa diajukan karena belum terdampak efisiensi. Namun sekarang kami juga harus membatasi OB di lingkungan Fasya,” ungkapnya.

Murjani selaku Wakil Dekan I Fakultas Syariah yang juga hadir pada proses Audiensi kedua ini menegaskan bahwa seluruh tanggung jawab fakultas tidak hanya berada pada pimpinan saja. Mahasiswa harus terus sadar dan peduli dengan apa yang sedang terjadi. “Mahasiswa juga perlu memiliki kreativitas untuk mencari peluang sumber daya,” tegasnya.

“Terkait MBKM, ada beberapa hal yang miss pada sistem konversi nilai. Kami akan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi dan memonitoring lagi setiap kebijakan yang ada. Maka dari itu, DLB dan dosen tetap akan kami evaluasi juga,” tambah Murjani.

Galang, Ketua Dewan Eksekutif Fakultas Syari’ah (Dema Fasya) mengungkapkan pendapatnya pasca audiensi kedua. Ia memberikan informasi bahwa pihak dekanat menawarkan mahasiswa untuk mengadu di Website baru Fakultas Syariah terkait keluhan dan laporan yang menurut mahasiswa perlu didiskusikan. “Walaupun masih terkesan samar karena kendala anggaran, para pimpinan telah memberikan beberapa solusi untuk menuntaskan apa yang sedang terjadi,” ungkap Galang.

Poin-poin utama yang telah diajukan beberapa waktu lalu telah terjawab, meskipun hanya mencapai 60% dari keseluruhan. Semoga penjaminan perbaikan dan evaluasi ini dapat terlaksana sehingga mahasiswa Fasya dapat merasakan hal yang baik di awal semester ganjil nanti,” tutupnya.

Disamping itu, Hukum Keluarga, salah satu program studi yang ada di Fakultas Syariah akan melaksanakan Asasmen Lapangan (AL) dalam waktu dekat. Para pimpinan berharap mahasiswa dapat membantu untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

(Cmt, Mto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *