Pemira Sepi Lawan, Harapan Paslon Tunggal Membesar
Samarinda, LPM Cakrawala—Setelah melalui berbagai perhelatan demokrasi organisasi, Pemilihan Umum Raya Universitas (Pemira-U) akhirnya memberikan info terkait keberlanjutan. Pencoblosan Presiden Mahasiswa diketahui akan dilaksanakan pada Rabu (28/05) dengan adanya pasangan tunggal, yaitu Andriyan Dwi Saputra dan Muhammad Hanif Ansyari.
Andriyan sebelumnya telah menjabat sebagai Ketua Umum Dema FTIK, sedangkan Hanif sebelumnya aktif sebagai staff Sosial Politik Dema UINSI. Keduanya juga memiliki latar belakang yang berbeda, Andriyan bernalar di bidang Pendidikan, sedangkan Hanif bergelut di bidang Hukum. Namun itu tak menghalangi keduanya dalam proses kolaborasi inklusif di pencalonan ini.
Andriyan selaku calon tunggal Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda mengungkapkan bahwa ia memiliki ambisi untuk mengembalikan demokrasi UINSI yang telah mati. “Untuk menjadi Presma, kita harus punya kompetensi. Bukan tentang partai koalisi, tapi kompetensi sebagai seorang individu,” ungkapnya saat diwawancarai pada (23/05).
“Demokrasi tahun lalu tidak berjalan baik. Masih banyak elemen yang tidak mendapatkan manfaat dari Dema UINSI. Hal ini bisa jadi diakibatkan oleh adanya sentimen yang mengganggu otoritas organisasi dan kami akan menghilangkan hal tersebut nantinya,” tutur Andriyan.
Seperti timeline yang sudah tersebar melalui Instagram Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas (KPUM-U), paslon tunggal ini sedang melaksanakan kampanye hingga (25/05). Dalam kampanyenya sendiri, Andriyan dan Hanif telah melampirkan berbagai Visi dan Misi unggulan dengan tujuan menggaet mahasiswa secara penuh.
Andriyan dan Hanif sepakat menyatakan bahwa Misi yang telah mereka buat sudah sangat cukup untuk menjadikan Dema UINSI sebagai sarana komunikasi dari bawah ke atas. “Kami akan melek terhadap fasilitas dan beasiswa kampus. Tak lupa juga dengan layanan pengembangan diri dan kemajuan akademik. Kami akan beraksi tanpa bualan semata,” tegas Hanif.
“Kami akan berusaha untuk menang dulu. Lalu kami akan fokus pada visi misi yang akan langsung kami implementasikan di dalam kabinet selama satu tahun kedepan,” tambah Andriyan.
Kabarnya, sesi debat pasangan calon akan dilaksanakan pada (26/05) mendatang. Pemira-U telah menjadi isu hangat yang terjadi hingga pertengahan tahun 2025 ini dan diyakini bahwa pelaksanaannya kali ini tidak akan menimbulkan problematika berulang.
(Cmt)