Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Pemira-U Mangkrak: Kepemimpinan UINSI Mati Suri

Samarinda, LPM Cakrawala – Pemilihan Raya Universitas (Pemira) Universitas Islam Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda tak kunjung memberikan informasi lebih lanjut pasca konflik Aliansi Mahasiswa dan Penyelenggara Pemira-U pada (05/03) lalu. Konflik yang sempat ramai diperbincangkan ini menjadi tolak ukur pelaksanaan Pemira-U yang digadang-gadang mengalami kemunduran hingga waktu yang tidak ditentukan.

Bulan lalu, telah diterima informasi bahwa telah dilakukannya proses pembentukan penyelenggara Pemira-U yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum Universitas (KPUM-U) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Universitas (Banwasra-U). Namun hingga hari ini, Pemira-U tak juga memunculkan batang hidungnya— tak ada timeline, tak ada pula jadwal yang pasti.

Kendala apa yang sedang dihadapi? Bagaimana Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) menyikapi pelaksanaan Pemira yang sudah sangat terlambat ini?

Dengan belum pastinya pelaksanaan Pemira-U, Musyarawah Mahasiswa untuk pendemisioneran Dema UINSI periode 2024 belum bisa dilaksanakan dan jajaran pengurus Universitas tidak bisa melakukan regenerasi. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa jajaran Senat seakan-akan melarikan diri dari tanggung jawab mereka setelah diterpa berbagai macam dinamika politik yang telah terjadi. Apa yang dicari dan apa yang ditunggu?

Kepastian Pemira-U yang tak kunjung diberikan ini juga menghambat seluruh aktivitas beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UINSI Samarinda. Tak sedikit UKM yang mengeluhkan pelantikan dan merasa jengkel karena ketidakprofesionalan lembaga dalam menangani Pemira. Tak adanya pelantikan UKM, UKK, dan LPM, beberapa Unit kegiatan terpaksa harus melaksanakan pelantikan secara mandiri agar bisa melaksanakan program kerja.

Dimana suara Sema Fakultas yang biasanya berkoalisi untuk memperjelas isu? Pura-pura tidak tahu terkait permasalahan ‘kah? Tak berani bersuara ‘kah? Seakan bungkam setelah mendapat jabatan dan tutup mata atas dinamika yang telah terjadi.

Lalu, kemanakah Aliansi Mahasiswa yang beberapa waktu lalu turun sebagai ‘perwakilan’ mahasiswa UINSI? Apakah perjuangannya berhenti sampai pembakaran kertas suara saja? Tidak adanya tekanan terkini dari Aliansi terhadap Pemira-U yang lagi-lagi tak memunculkan titik terangnya ini menimbulkan pertanyaan serius. Benarkah aliansi memang benar sebagai perwakilan keresahan mahasiswa secara umum, ataukah aliansi ini ditunggangi oleh kepentingan sebuah kelompok untuk melawan kelompok lain?

Pemira-U merupakan tanggung jawab Sema-U sebagai lembaga tertinggi di Universitas. Bukankah sudah saatnya melaksanakan Pemira-U yang ‘sesuai’ sebagai jawaban dari kinerja buruk dan gagal kemarin? Seharusnya Sema-U tegas dalam mengambil keputusan dan berusaha sesegera mungkin melaksanakan hal yang tertunda, bukan mengulur waktu, atau menunggu disorot media terlebih dahulu.

Beritahu kepada masyarakat UINSI bahwa kalian mampu menjalankan tugas dengan baik hingga akhir, bukan menghilang tanpa jejak dan melalaikan tanggung jawab. Segera berikan informasi yang jelas dengan aturan yang sesuai dengan Tap Pemira.

Apakah sudah saatnya Sema dan Dema Universitas dibekukan?

(Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *