Hari Kartini: Refleksi Kartini Bukan Hanya Sekedar Seremoni
Samarinda, LPM Cakrawala – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMA Fasya) sukses gelar Seminar Refleksi Hari Kartini dalam rangka memperingati semangat juang Kartini yang bertemakan ‘Membangun Kesadaran Kolektif untuk Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Era Modern’ pada (28/04) Aula Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Tak hanya sebagai bentuk memperingati Hari Kartini, kegiatan ini dibentuk sebagai implementasi kesadaran historis yang menjadi penopang utama oleh Mahasiswa, khususnya Fakultas Syariah dengan seminar sebagai upaya implementasi Dewan Eksekutif Mahasiswa Fasya yang dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Pusat Studi Gender dan Anak.
Meskipun lewat seminggu dari Hari Kartini, agenda ini tetap berlangsung dengan tujuan memberikan kesadaran moral kepada mahasiswa. Seminar ini juga sebagai upaya menjaga relevansi perjuangan Kartini, dengan mengaitkannya kepada isu-isu aktual seperti diskriminasi gender, akses pendidikan dan kepemimpinan perempuan di dunia modern.
Maulana, Koordinator Kajian Aksi Strategis (Kastrat) mengungkapkan bahwa beberapa kendala menimpa kegiatan seminar ini. Faktor utama yang menjadi kesulitan yg di alami penyelenggara ialah rusak dan buruknya respon maupun tanggapan dari pihak fakultas, melihat dari segi pendanaan pun teman-teman Dema Fasya tidak meminta dana sepersen pun dari Para Dekan dan jajarannya, “Kegiatan ini seakan-akan tidak di support oleh Dekan dan jajaran padahal di sisi lain kegiatan ini sangat menarik dan tentunya memberi pengalaman luas,” tuturnya.
Pernyataan yang sama pun di lontarkan oleh Wakil Dema Fasya, Mirna, menyatakan bahwa kekecewaan mendasar dari teman-teman penyelenggara ialah dari sikap yang kurang memperhatikan tingkat kemajuan dan kegiatan interaktif yang di suguhkan. “Kami merasa bersyukur dari dukungan beberapa pihak luar yang akan membantu kedepannya sekiranya dari pihak fakultas masih tidak bisa bekerjasama dengan mahasiswa maka kami mohon maaf akan keluar dari ranah fakultas dan melakukan kegiatan DEMA diluar dari fakultas atau kampus dan pastinya hal ini dapat membuat malu orang fakultas dan untuk mahasiswa saya harapkan sadar akan pentingnya literasi dan juga komunikasi,” jelasnya.
Kesulitan yg dihadapi tak mengurangi semangat pembelajaran yg ada. “Kesan saya acara refleksi Hari Kartini ini sangat berkesan, terutama karena narasumber dari UPTD PPA dan Satgas PPKS UINSI memberikan banyak wawasan baru mengenai isu-isu perlindungan perempuan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Penyampaian materi yang relevan dan komunikatif.” ungkap Thanthawy sebagai salah satu peserta seminar.
Harapan juga di sampaikan oleh Mirna bahwa agar kedepannya pihak Fakultas agar dapat mendukung setiap kegiatan Organisasi Mahasiswa, “Semoga kami bisa terus mengadakan kegiatan seperti ini dan semoga Fakultas dapat membantu kegiatan kami. terlebih lagi jika narasumber yang di undang merupakan satuan komunitas atau dinas kelembagaan,” tutupnya.
(Mto) / (Cmt)