Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Keterlibatan DEMA UINSI dalam Baksos Polri: Mahasiswa Pertanyakan Komitmen Perjuangan

Samarinda, LPM Cakrawala – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dihebohkan dengan beredarnya bukti keterlibatan Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI dalam kegiatan program Bakti Sosial Polri Presisi Polda Kalimantan Timur pada (27/02).

Dugaan ini dilandaskan dengan adanya bukti video melalui YouTube dan media sosial Polda Kalimantan Timur yang memperlihatkan Presiden Mahasiswa bersama beberapa kawan sedang berbincang dengan pihak terkait.

Hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi mahasiswa UINSI, khususnya jajaran Dewan Eksekutif (Dema) Fakultas yang juga turut menyuarakan bahwa DEMA UINSI telah menyalahi aturan mahasiswa di tengah huru-hara panas ini.

Kegiatan Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh Polri Presisi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H itu dilaksanakan serentak seluruh Indonesia didaerah masing-masing termasuk di Kalimantan Timur. Kegiatan ini dikabarkan turut mengundang BEM seluruh universitas, Cipayung, OKP, dan Elemen masyarakat sipil.

Menurut Galang, Ketua Dema Fasya, Dema-U memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengadvokasi isu-isu nasional yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat serta mengambil sikap tegas mengenai isu nasional. Sementara itu, dalam situasi krisis penolakan UU TNI, Dema-U tidak menggerakkan massa dari UINSI untuk terlibat aktif dalam perjuangan ini, sehingga timbul pertanyaan besar mengenai komitmen Dema-U dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan masyarakat umum. “Apakah hal ini ada sangkut pautnya atas kehadiran dari teman-teman DEMA-U pasca mengikuti acara baksos yang diadakan oleh polri presisi kaltim?” Tanya Galang.

Sebagai perwakilan Eksekutif Fakultas, Galang tak ragu untuk menuntut Dema-U untuk segera merefleksikan sikap mereka dan kembali ke jalur perjuangan yang benar. “Jika tidak, Dema Fakultas akan menuntut perubahan kepemimpinan di Dema-U demi menjaga integritas mahasiswa UINSI sebagai agen perubahan.” tegasnya.

Yunita Saskia, Ketua Dema UINSI berkomentar bahwa Dema UINSI akan selalu menghormati pihak-pihak yang mengundang, sehingga hal ini yang menjadi penyebab kehadiran Yunita di kegiatan tersebut. “Dema UINSI adalah bagian dari perjuangan kawan-kawan aksi yang turun ke jalan. Kami tidak mungkin mengkhianati perjuangan yang telah digaungkan oleh mahasiswa. Terkait kehadiran Dema UINSI di kegiatan tersebut, kami hanya menghormati undangan dan kami juga memantau respon publik terhadap kehadiran kami,” jelasnya saat diwawancarai pada (24/03).

Yunita juga menjelaskan bahwasanya Dema UINSI turut menolak RUU TNI dan mengatakan bahwa undangan tersebut sebelum adanya RUU TNI. Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian ini akan menjadi refleksi dan evaluasi bagi dirinya sendiri. “Hal ini akan menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih selektif dalam memilah undangan mana yang kami dapat hadiri,” tutupnya.

Disamping itu, permasalahan mengenai UU TNI masih menjadi masalah serius di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. UU TNI yang tidak diterima oleh khayalak ramai ini masih akan terus diperdebatkan hingga menemukan titik terang.

(Swz, Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *