Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Mahasiswa ‘Melek’ Efisiensi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Samarinda, LPM Cakrawala – Aksi unjuk rasa bertemakan “Indonesia Gelap” telah digelar secara serempak pada Senin (25/02) oleh seluruh mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk kota Samarinda dan Balikpapan dengan tujuan menentang kebijakan efisiensi anggaran.

Nanda, mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) memberikan komentar yang menekankan betapa pentingnya peran Mahasiswa terhadap penentangan kebijakan efisensi ini, “Sebagai Mahasiswa, tugas kita bukan hanya sekedar belajar dan mengerjakan tugas. Kita wajib menyadari kondisi serta isu sosial yang sedang terjadi di negara kita,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa isu efisiensi anggaran oleh pemerintah ini memang harus dikritisi oleh mahasiswa. “Siapa lagi yang akan protes terkait keadilan kalau bukan mahasiswa? Siapa yang akan turun bualan untuk melakukan demo dan memaksa pemerintah memikirkan kembali tindakan-tindakan mereka?” Tambahnya.

Nanda juga menerka bahwa adanya efisiensi ini dimulai dari adanya program Makan Siang Gratis (MBG) yang ‘katanya’ bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. “Program MBG ini masih mentah dan tidak memilik urgensi apa-apa terkait permasalahan serius di Indonesia,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Dwi, juga mengungkapkan argumennya bahwa mahasiswa harus melek politik khususnya masalah efisiensi. “Mahasiswa harus memiliki jiwa yang sadar akan sosial, khususnya permasalahan yang ada di Indonesia. Kita tidak boleh terus menyerah dengan keadaan,” ungkapnya.

Nazwa, salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab juga ikut berkomentar bahwasannya efisiensi memang diadakan untuk mengurangi pemborosan anggaran, ada dampak baik dan buruknya, namun saat ini, dampak buruk yang terlalu menonjol ke permukaan. “Efisiensi menyusahkan mahasiswa. Anggaran organisasi dipangkas, pengajuan beasiswa sulit, pemerintah sebenarnya mau kita bagaimana?” tegasnya.

“Saya merasa saya harus peduli dengan hal ini, teman-teman lain harusnya juga peduli. Ini bukan hal sepele, efisiensi akan berdampak buruk untuk semua orang,” tutupnya.

Mahasiswa adalah golongan yang terdampak langsung, sudah seharusnya mahasiswa memikirkan bagaimana keberlanjutan pendidikan di Indonesia, sebab mahasiswa mempunyai pemahaman yang lebih baik dibandingkan orang lain.

(Sai, Ras) / (Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *