Semarak Bazar UMKM : Para Pelaku Usaha dan UMKM Serbu Sertifikasi Halal GRATIS
Samarinda, LPM Cakrawala – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda telah menjadi sorotan lantaran kurang lebih 100 UMKM yang ditargetkan berkesempatan mendapat Sertifikasi Halal Gratis pada (18/02). Bersmaan dengan ini, Expo Fasya ke-VIII juga menjadi alasan masyarakat umum dan mahasiswa UINSI turut memeriahkan acara di Pelataran Fasya.
Kolaborasi Pusat Kajian Halal (Pukaha) UINSI Samarinda dengan seluruh penyelenggara Expo Fasya ke VIII ini menjadi sangat meriah dan menjadi sorotan, karena baru-baru ini pihak lembaga telah mendapatkan fasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha dan UMKM untuk mendapatkan Sertifikasi Halal Gratis sebanyak 100 UMKM.
Sepanjang tahun, para pelaku usaha dan UMKM mengaku sangat diuntungkan dengan adanya sertifikasi halal ini, melihat bahwa dengan adanya lembaga-lembaga yang mendampingi para pelaku usaha dan UMKM dapat meringankan setiap proses produk halal mereka hingga dapat di pasarkan.
Terlihat pada 2023 lalu, pengaruh sertifikasi halal ini telah memberi kesempatan besar. Diinformasikan sebanyak 2.000 UMKM telah di dampingi dan di fasilitasi oleh Pukaha. Di tahun 2024 ini, para pelaku usaha dan UMKM turut merasa diuntungkan sebab daerah seperti Kutai Kartanegara mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal sebanyak 300 UMKM yang tersebar di 13 Kecamatan.
Maisyaroh selaku kepala Pukaha menegaskan bahwa lembaganya juga telah berkolaborasi dengan beberapa kemitraan. “Alhamdulillah, tahun 2024 sertifikat sebanyak 50 UMKM dan di tahun 2025 sebanyak 100 UMKM,” tuturnya.
Jumlah kuota besar ini menjadi perhatian utama para pelaku usaha dan UMKM. Sertifikasi gratis ini dapat memberikan kepercayaan pada setiap konsumen bahwa UMKM tidak hanya menjamin kesehatan, namun juga meyakinkan produk ini sudah pasti halal. “Negara kita didominasi oleh agama Islam, agar produk diakui, kita tidak bisa berpatok pada promosi, kita juga harus memberikan jaminan bahwa produk kita tersertifikasi halal,” ungkap Sisi, salah satu pelaku UMKM di Bazaar Expo Fasya.
Besar harapan Maisyaroh untuk meningkatkan ekosistem industri halal di Kalimantan Timur. “Pukaha akan melakukan berbagai cara untuk memaksimalkan dan memastikan para pelaku usaha baik yang baru maupun yang lama untuk mendapatkan sertifikasi, sehingga usahanya akan semakin lancar,” jelasnya.
“Semoga kita semua dapat bersinergi dengan semangat yang sama untuk menjadikan Kalimantan Timur menduduki peringkat 10 besar pemilik Sertifikat Halal terbanyak di Indonesia,” tutupnya.
(Mto, Han) / (Cmt)