Januari 16, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Dari Formasi Untuk Tihi-Tihi

Samarinda, LPM Cakrawala – Forum Sosial Masyarakat (Formasi) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) telah sukses laksanakan Abdi Desa mulai (01/02) hingga (06/02) yang berlokasi di Desa Tihi-Tihi, Bontang, Kalimantan Timur. Pengabdian ini adalah agenda pertama Sosial Masyarakat Dema UINSI selama beberapa tahun terakhir.

Abdi desa yang bertujuan untuk menyebarkan dampak positif kepada Desa Tihi-Tihi ini sukses mendapatkan bantuan dana dari beberapa perusahaan, salah satunya adalah Bank Indonesia. Lutfi, ketua panitia abdi desa, turut menyatakan bahwa dana yang dibawa telah cukup untuk berkegiatan di Tihi-Tihi. “Dana kita sangat terbatas, namun itu tidak akan menghalangi kami semua untuk mengabdi semaksimal mungkin di Tihi-Tihi,” ucapnya.

Pengabdian ini merupakan perjalanan abadi UINSI untuk Kalimantan Timur. Potensi besar ini pun tidak di sia-siakan oleh para panitia, mereka membuka tantangan dan perasaan baru yang membuncah. “Di Tihi-Tihi kami mendirikan rumah belajar dengan akses informasi yang luas, ada juga perpustakaan online hingga produk pameran media belajar,” ungkap Lutfi, ketua panitia Abdi Desa.

“Ini bukan program sementara milik Sosial Masyarakat. Kami sangat berharap inisiatif abdi desa ini terus berlanjut, memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengabdian ini adalah bentuk kontribusi akademik karena hasil abdi desa ini akan dipublikasikan menjadi artikel ilmiah. “Semoga nanti akan menjadi referensi bagi desa-desa lain di Kalimantan Timur yang menghadapi tantangan serupa,” jelasnya.

Yunita Saskia selaku Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda juga turut berkomentar mengenai pengabdian desa yang dipimpin oleh salah satu anggota Sosmas Dema UINSI, “Ini adalah kali pertama Sosmas melaksanakan abdi desa, program ini sangat luar biasa dengan seorang Lutfi sebagai ketuanya,” tuturnya.

“Semoga abdi desa ini mengalami keberlanjutan dan kemajuan untuk kepengurusan Dema UINSI. Tujuan kita untuk mengabdi, maka abdikan diri kita sebaik-baiknya. Semoga setelah ini kita dapat menaikkan eksistensi UINSI Samarinda pada warga Kalimantan Timur, khususnya daerah Bontang,” tambahnya.

Salah satu peserta sekaligus panitia, Putra Ramadhan, memberikan kesan dan pesannya saat berada di Tihi-Tihi, “Awalnya anak-anak di Tihi-Tihi sulit beradaptasi dengan kami, namun seiring berjalannya waktu, mereka semua menjadi lebih aktif dan ramah terhadap kami. Rasanya menyenangkan ketika akrab dengan orang sana,” ujar Putra.

“Sampai di titik ini, saya sangat senang sekali karena anak-anak mulai belajar mengaji dengan rajin bersama kami,” ungkapnya. Putra juga berpesan kepada para penyelenggara agar kegiatan ini bisa terus ada setiap tahunnya karena kehadiran mahasiswa-lah yang selalu ditunggu-tunggu oleh warga.

“Setelah kembali dari Tihi-Tihi, saya harap kegiatan ini dilakukan lagi. Selain itu, semoga UINSI dapat dilihat sebagai universitas dengan ilmu islam yang baik,” tutupnya.

(Cmt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *