Lomba Kolase HMPS PIAUD Bangun Kreativitas Anak Usia Sejak Dini
Samarinda, LPM Cakrawala – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) menggelar Festival Intelektual, Sabtu (26/10) bertempat di gedung serbaguna Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Dalam kemeriahannya, panitia mengadakan beberapa perlombaan untuk mengasah kognitif dan kreativitas anak, salah satunya yaitu lomba kolase.
Dalam lomba kolase peserta menyusun berbagai macam bahan, bentuk, warna, tekstur, hal ini bertujuan untuk mengasah kognitif pada anak dan di samping itu peserta juga diajak untuk berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah serta mampu menciptakan karya kolase yang unik.
Zakiyah Ulfah selaku dosen PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UINSI Samarinda, yang bertugas sebagai juri pada lomba kolase, mengungkapkan bahwasannya lomba kolase yang diadakan panitia HMPS ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kekompakan, kebersamaan, kemampuan bersosialisasi, dan mengelola sisi emosional anak, “Jadi di sini kalau misalkan kita lihat ya salah satu lomba ini bisa mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak,” Ungkapnya.
Zakiyah juga menambahkan penilaian pada lomba kolase dilihat secara keseluruhan indikator, “Penilaian kami berdasarkan indikator yang telah ditentukan, namun secara keseluruhan kami melihat kreativitas dan semangat anak-anak dalam menampilkan karya mereka.”
Festival Intelektual PIAUD 2024 ini merupakan salah satu kegiatan tahunan dari HMPS PIAUD yang sudah berjalan selama kurun waktu empat tahun. Festival ini memiliki 5 cabang perlombaan, dua dilaksanakan secara offline dan dikhususkan untuk peserta didik. Adapun perlombaannya seperti lomba senam profil pelajar pancasila dan lomba kolase tingkat peserta didik Samarinda-Kukar. Sementara tiga perlombaan lainnya diadakan secara online dan diperuntukkan kepada mahasiswa tingkat nasional, seperti lomba taman miniatur kreasi, lomba kolase dan lomba mendongeng.
Juhariyah selaku ketua panitia menambahkan mengenai lomba mendongeng, “untuk lomba mendongeng ini tambahannya, bisa diikuti oleh guru-guru tingkat nasional”, Tambahnya.
Dewi, orang tua dari salah satu peserta lomba mengungkapkan rasa syukur dan harapannya, “Kegiatan ini sangat positif karena mengenalkan anak-anak sejak dini tentang kreativitas yang tidak terbatas,” ujarnya.
Ia juga berharap acara ini kedepannya bisa lebih luas jangkauannya tidak hanya di Samarinda dan Kukar, “Harapannya, acara seperti ini bisa lebih disebarluaskan lagi agar lebih banyak anak-anak yang berani mencoba dan mengembangkan”, tutupnya.
(Han, Yra)