HMPS PAI Jawab Kesulitan Mahasiswa Dalam TPKI
Samarinda, LPM Cakrawala – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan Seminar Teknik Penulisan Karya Ilmiah (TPKI) dengan tema “Penanaman Bekal Mahasiswa dalam Menulis Karya Ilmiah yang Inovatif, Kreatif, dan Terampil” pada Sabtu (7/9) di Aula Rektorat Lantai 3.
Seminar TPKI yang diselenggarakan oleh HMPS PAI diikuti sebanyak 53 peserta. Penyelenggaraan seminar ini menuai respons positif dari para mahasiswa sebagai bentuk jawaban dari keluhan mahasiswa mengenai penulisan makalah dan karya ilmiah.
Adapun pembicara diisi oleh salah satu dosen UINSI Samarinda yang aktif menulis karya ilmiah, Agus Setiawan. Materi yang dibahas mencakup penyusunan kerangka makalah, penulisan latar belakang, pencarian literatur sebagai bahan kajian, serta pengumpulan dan pengolahan data.
Imroatul Musfirah selaku Koordinator Program Studi PAI, menyampaikan bahwa Seminar TPKI seharusnya menjadi agenda tahunan bagi setiap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di tingkat Program Studi hingga Fakultas. “Setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan TPKI yang berbeda. Ketika anda berkuliah di UINSI, maka harus mematuhi aturan tersebut. Saya percaya seminar TPKI ini akan memperluas pengetahuan mahasiswa, terutama dalam hal penulisan footnote dan daftar pustaka,” ujarnya.
Dian Pramudita, sebagai Ketua Umum HMPS PAI, mengungkapkan bahwa kemampuan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam berbahasa yang memungkinkan mahasiswa untuk menyampaikan ide, pikiran, kreativitas, dan keterampilan mereka melalui tulisan. “Kemampuan memahami TPKI sangat diperlukan untuk menyelesaikan tugas kuliah dan skripsi, ”ungkapnya.
Muhammad Arif Firmansyah, selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa Seminar TPKI akan diadakan dua kali dengan tujuan agar peserta dapat memahami materi secara bertahap, menjadikannya berbeda dari tahun lalu. “Tahun lalu, materi struktur karya ilmiah dan penggunaan Zotero serta Mendeley disampaikan sekaligus. Untuk tahun ini, kami membaginya dalam dua sesi. Pada Seminar TPKI pertama, kami akan fokus pada pemahaman dan praktik penulisan makalah dan karya ilmiah, sedangkan Seminar TPKI kedua akan membahas penggunaan Zotero dan Mendeley,” jelasnya.
Arif juga mengajak semua mahasiswa UINSI Samarinda untuk hadir pada Seminar TPKI kedua yang akan diadakan dalam waktu dekat, “kami menantikan kehadiran teman-teman di Seminar TPKI kedua, dimana akan dibahas secara mendalam penggunaan Zotero dan Mendeley sebagai alat bantu dalam pembuatan footnote dan daftar pustaka,” Tutupnya.
(Cmt, Atj)