Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Mahasiswa Keluhkan Gangguan Pada Aplikasi “Saku Mahasiswa dan SIAKAD”

Samarinda, LPM Cakrawala – Aplikasi kampus yang seharusnya menjadi solusi untuk mempermudah akses informasi dan proses pembelajaran mahasiswa UINSI Samarinda, justru menjadi sumber masalah bagi beberapa mahasiswa. Gangguan login, notifikasi eror, tidak dapat scan barcode, dan sulit untuk di akses oleh beberapa handphone kini menjadi kendala yang menghambat proses pembelajaran.

Dari permasalahan yang ada, beberapa mahasiswa menanggapi hal tersebut, salah satunya Aditya mahasiswa dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Semester 2, mengeluhkan aplikasi yang seharusnya membantu proses pembelajaran justru sering kali mengalami gangguan,

“Saya sering kali tidak bisa scanning barcode di saku mahasiswa. Akibatnya saya sempat di alpa di salah satu mata kuliah dan tidak ada tindakan dari dosen tersebut,” ungkapnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh salah satu mahasiswi dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Semester 2 yang tidak ingin disebutkan namanya,

“Setiap kali saya login ke Siakad passwordnya sering berganti dan hal ini membuat saya sulit untuk mengakses siakad,” tuturnya.

Mendengar banyaknya keluhan mahasiswa mengenai permasalahan siakad dan saku mahasiswa akhir-akhir ini sulit untuk diakses, Sumarno selaku Kepala Teknologi Informasi Pangkalan Data (TIPD) menanggapi bahwa sejauh ini keluhan yang berkenaan dengan permasalahan Siakad dan saku mahasiswa akan selalu ia kawal bersama tim lainnya hingga mampu mengatasi permasalahan yang terjadi.

“Saku mahasiswa saat ini sudah tidak mendukung dan kami sedang membuat aplikasi baru yang bisa diakses di semua jenis handphone. Semoga selesai semester ini supaya bisa digunakan mulai semester depan. Dosen bisa mengabsen manual jika ada masalah dengan pemindai barcode. Tim TIPD sudah memberikan arahan kepada dosen terkait proses absensi di kelas agar tidak ada masalah,” tutupnya.

Meskipun demikian, mahasiswa masih memiliki harapan terkait pembaruan saku dan siakad ini. Semoga pihak kampus dan pengelola aplikasi dapat segera menangani masalah ini sehingga penggunaan aplikasi dapat digunakan secara optimal bagi masyarakat kampus UINSI.

(Yra, Enz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *