Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

OPINI : KEBIJAKAN PENYALURAN BANTUAN SOSIAL YANG SALAH SASARAN

Oleh : Arbaiyah (Mahasiswa Hukum Tata Negara Semester 4 UINSI Samarinda)

Oleh : Arbaiyah (Mahasiswa Hukum Tata Negara Semester 4 UINSI Samarinda)

Bantuan sosial merupakan instrumen penting yang digunakan oleh pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Namun, dalam praktiknya, terdapat situasi di mana bantuan sosial tidak tepat sasaran dan justru diberikan kepada penerima yang seharusnya tidak memenuhi kriteria atau membutuhkan bantuan tersebut.

Fenomena ini menjadi perhatian penting karena dapat menyebabkan pemborosan sumber daya, merugikan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan, dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap program bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Artikel ini akan menganalisis beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan di Indonesia.

Faktor penyebab bantuan sosial salah sasaran Pertama, Kriteria Penerimaan Bantuan Sosial yang tidak tepat salah satu faktor penyebab penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran adalah kriteria penerimaan yang tidak tepat. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa mekanisme pemilihan penerima bantuan sosial sering kali kurang transparan, tidak akurat, dan rentan terhadap praktik korupsi. Sebagai hasilnya, individu atau kelompok yang seharusnya tidak memenuhi syarat atau tidak membutuhkan bantuan sosial mendapatkan manfaat dari program tersebut. Hal ini dapat terjadi karena lemahnya sistem verifikasi dan validasi data penerima, serta kurangnya koordinasi antara lembaga yang terlibat dalam penyaluran bantuan sosial.

Kedua, Identifikasi dan Verifikasi Data yang Tidak Tepat. Selain kriteria penerimaan yang tidak tepat, penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran juga dapat disebabkan oleh identifikasi dan verifikasi data yang tidak akurat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa data penduduk yang digunakan sebagai dasar pemilihan penerima seringkali tidak mutakhir atau tidak valid. Ketidakakuratan data ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesalahan dalam proses pengumpulan, pemrosesan, dan pemeliharaan data. Akibatnya, penerima bantuan yang seharusnya tidak memenuhi syarat atau sudah tidak membutuhkan bantuan masih tetap terdaftar sebagai penerima, sementara orang-orang yang lebih membutuhkan terabaikan.

Ketiga, Kurangnya Pengawasan dan Penegakan Hukum. Faktor lain yang berkontribusi terhadap penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran adalah kurangnya pengawasan dan penegakan hukum. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lemahnya mekanisme pengawasan dalam penyaluran bantuan sosial memungkinkan terjadinya penyalahgunaan, penyelewengan, atau korupsi oleh pihak terkait. Selain itu, rendahnya tingkat penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku penyalahgunaan juga menjadi faktor penyebab utama penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Rekomendasi untuk Perbaikan: Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan untuk perbaikan kebijakan penyaluran bantuan sosial.

Pertama, diperlukan perbaikan dalam identifikasi dan seleksi penerima bantuan sosial dengan menggunakan pendekatan yang lebih akurat dan tepat. Penggunaan teknologi informasi dan kerja sama lintas sektor dapat membantu meningkatkan kualitas basis data dan mengurangi kesalahan identifikasi.

Kedua, perlu ditingkatkan pengawasan dan transparansi dalam penyaluran evaluasi Kebijakan Pemerintah tentang Penyaluran Bantuan Sosial. Pemerintah sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya, serta memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Ketiga, penting bagi pemerintah untuk secara teratur mengevaluasi kebijakan penyaluran bantuan sosial yang diterapkan guna memastikan efektivitas, efisiensi, dan keadilan distribusi bantuan tersebut.

Kesimpulan: Penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran merupakan masalah serius yang dapat merugikan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan dan menyebabkan pemborosan sumber daya. Faktor-faktor seperti kriteria penerimaan yang tidak tepat, identifikasi dan verifikasi data yang tidak akurat, serta kurangnya pengawasan dan penegakan hukum telah diidentifikasi sebagai penyebab utama penyaluran bantuan sosial yang salah sasaran di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah seperti peningkatan transparansi dalam pemilihan penerima, perbaikan sistem identifikasi dan verifikasi data, serta peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik-praktik penyalahgunaan bantuan sosial.

 

*Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi LPM Cakrawala UINSI Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *