Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

OPINI : Pengaruh Disrupsi Digital Bagi Perkembangan Tradisi Konservatif (Ziarah Kubur) di Desa Salo Cella, Muara Badak

Disrupsi digital menjadi topik yang sangat seru untuk didiskusikan sekarang ini, yang mulai dikenal saat pandemi Covid-19 sekitar awal tahun 2020. Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa disrupsi digital ini menjadi alasan utama fenomena degradasi etika dan moral, secara umum juga diisukan menjadi hal yang membatasi hubungan sosial. Namun disisi lain, disrupsi digital menjadi hal yang sangat positif bagi etika masyarakat desa yang sedikit demi sedikit sudah mulai meninggalkan tradisi konservatif yang mereka anggap benar dan berpengaruh buruk bagi keimanan sebagai muslim.

Sekitar tahun 2019 kebelakang, fenomena memberikan materi kepada orang meninggal menjadi hal yang sangat biasa. Bahkan di satu lingkungan kuburan saja kita bisa melihat banyak sekali kuburan yang di atasnya disisipkan uang, makanan, minuman, dan benda khusus lainnya. Syukurnya karena masyarakat desa sudah mulai mengenal digital, mereka kebanyakan lebih memilih untuk tetap di rumah bermain facebook dan meninggalkan kebiasaan kunonya itu (memberi makanan dan benda pada mayit).

Dirasa bingung dengan solusi dan langkah apa yang cocok untuk meninggalkan atau mengganti tradisi itu, masuklah digitalisasi global memberikan solusi efektif perihal tradisi yang sudah membatu ini di desa Salo Cella, Muara Badak. Hal ini menjadikan masyarakat umum mulai meninggalkan tradisi konservatif tersebut sedikit demi sedikit dan saya harap kelak tradisi ini akan ditinggalkan secara utuh.

Masalah ini hampir selesai tanpa pertengkaran dan tidak saling sindir menyindir. Semoga hal baik selalu menyertai perubahan dalam kebaikan.

Penulis : Andriyan Dwi Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *