Mahasiswa FTIK Keluhkan Fasilitas Tak Memadai
Samarinda, LPM Cakrawala – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UINSI Samarinda merasa fasilitas yang disediakan masih kurang memadai, mulai dari sarana hingga prasarana yang ada.
Beberapa fasilitas seperti kipas angin, lampu, wc yang rusak, dinding kelas yang retak, proyektor yang terbatas hingga beberapa kelas tak layak pakai bisa kita lihat di Gedung FTIK. Tak memadainya beberapa fasilitas ini, menimbulkan beberapa pertanyaan mahasiswa FTIK karena menurut mereka setiap semesternya telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang termasuk uang pembangunan.

Dari permasalahan yang ada beberapa mahasiswa menanggapi hal tersebut, salah satunya Akbar Saputra Prodi PGMI menanggapi sarana dan prasarana yang belum memadai.
“Beralihnya status menjadi UIN seharusnya ini menjadi perhatian dari pimpinan Fakultas, masih banyak kelas-kelas di FTIK yang rusak parah, sarana dan prasarana yang kurang seperti kipas angin, wc yang rusak dilantai 3 sehingga mahasiswa yang ingin membuang air kecil harus turun ke lantai 1, plafon banyak yang ambruk, lantai keramik yang mulai kropos dan lain sebagainya” ujarnya.

Anisa Satya Devi Prodi PGMI juga turut menyampaikan kritikannya bahwa selama 2 tahun berkuliah fasilitas dalam proses pembelajaran juga kurang seperti halnya proyektor, “untuk mendapatkan proyektor harus antri dan rebutan, bahkan sudah antri tapi tidak kebagian” ujarnya menambahkan.
Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa Prodi PAI, Rika Mariana menjelaskan bahwa fasilitas yang rusak juga sangat mengganggu ketika proses belajar. “di lokal kami hanya 1 kipas yang berfungsi, gorden yang tidak bisa dibuka tutup sehingga pada saat belajar mahasiswa kepanasan” jelasnya.
Semua keresahan sudah disampaikan, baik melalui pihak DEMA-F maupun langsung kepada pihak akademik. Namun sejauh ini tindak lanjut untuk mengatasi keluhan mahasiswa sangat lambat.
Moh. Ismail Prodi MPI berharap kenyamanan dalam belajar harus didapatkan oleh para mahasiswa, apalagi kampus ini sudah beralih status menjadi UIN “Semoga fasilitas yang kurang segera dilengkapi dan yang rusak segera direnovasi,” tutupnya. (Nty/Nha)